30 Jan 2010

KEGELISAHAN APA INI?

Kegelisahan apa ini?
Terus terbelenggu jaring-jaring pemikiran
Idealisme dan perjuangan
Antara hitam dan putih
Badanku terpaku di titik yang sama
Kegelisahan atas dasar apa ini?
Kegelisahan tak menentu tentang nasib bangsa
Kepanikan yang menggedor-gedor nurani melihat penindasan
Kegeraman memuncak akan penguasa tak beradab
Kegelisahan miliksiapa ini?
Untuk ku sendirikah?
Atau setiap orang merasakannya?

29 Jan 2010

PENGARUH PEMUDA SEBAGAI BENTUK NYATA KEPEMIMPINAN MUDA

        Bagi kebanyakan orang, kepemimpinan adalah milik mereka yang memiliki jabatan. Akan tetapi, kepemimpinan yang sebenarnya adalah milik mereka yang berpengaruh. Seberapa besar pengaruh seseorang dalam kehidupan bangsanya, itulah kepemimpinan sejati. Kekuasaan merupakan pengertian pokok, dan pengaruh merupakan bentuk khususnya. ( Dasar-Dasar Ilmu Politik, Miriam Budiardjo, Rev.ed, 2008). Pernyataan ini sejalan dengan pendapat Laswell dan Kaplan dalam bukunya Power and Society yang berbunyi power is a special case of the exercise of influence.
Friday, 29 January 2010
Edition 82/VIII/2007
Search Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Gemari Show | Info | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Remaja & Pembangunan | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
Select Edition
Menggali Potensi Diri

Laporan: Nur Imroatun S
Banyak orang mengira bahwa hanya sebagian kecil orang yang memiliki potensi. Ditambah banyak anggapan bahwa yang mampu melakukan sesuatu hanya orang-orang tertentu saja. Yang lain hanya berdiam diri dan menganggap dirinya bodoh. Berpangku tangan dan hanya berpasrah pada nasib. Benarkah anggapan tersebut?

Sayang sekali jika anggapan tersebut terus memenuhi sisi ruang kehidupan kita. Benar-benar klise jika ternyata anggapan tersebut menguasai alam bawah sadar kita Karena dalam faktanya, anggapan itu mutlak salah. Anggapan tersebut bukan hanya salah, namun juga kejam. Banyak insan berpotensi menidurkan harta karun yang amat mahal dalam dirinya karena tersugesti bahwa ia tidak mampu dan tidak berbakat. Mereka juga membiarkan orang yang menyadari bakatnya terus mengembangkan bakat dan yang belum menyadarinya membiarkan diri kian terpuruk. Yang maju makin maju dan yang terbelakang makin terbelakang.
Everything depend to our motivation. Semua hal tergantung pada kemauan kita sendiri. Mengutip perkataan guru sejarah saya, Pak Prijo Bekti, bahwa segala sesuatu tergantung pada tangan siapa. Tongkat di tangan kita hanya untuk mengusir kucing dan tongkat di tangan nabi Musa bisa untuk membelah laut merah. Bola basket di tangan kita berharga seratus lima puluh ribu dan bola basket di tangan Adam Jordan berharga ratusan juta. Bola kaki di tangan kita hanya berharga seratus ribu dan bola kaki di tangan David Bechkam berharga ratusan juta. Pena di tangan kita hanya untuk menggambar guru saat mengajar dan pena di tangan Pramoedya Ananta Toer bisa untuk mengharumkan nama bangsa. Pendapat yang membuat saya cukup tercengang.
Sebetulnya, potensi juga selayaknya hal di atas. Bergantung pada tangan siapa. Potensi berkembang dengan baik pada orang yang menyadari kemampuannya dan berkemauan kuat untuk mengembangkannya. Sebaliknya, potensi akan terkubur dalam jika sang pemiliknya berdiam diri dan tidak mau tahu akan kemampuannya.
Bagi saya pribadi, nobody was stupid. Tidak ada orang yang bodoh, tidak mampu, tidak berbakat, dan tidak berpotensi. Setiap orang merupakan emas, logam mulia yang berharga mahal. Alasannya, pasti ada sebuah talenta emas dan potensi hebat yang bersemayam di dirinya. Hanya saja, banyak orang belum menyadari potensi tersebut.
Prof. Yuan Tseh Lee pernah mengatakan bahwa jika potensi seseorang berkembang maksimal ia akan melebihi apa yang kita kira. Semuanya tergantung bagaimana cara seseorang memandang potensi diri dan motivasi mengembangkannya. Sadarkah Anda bahwa kita telah dikuasai paradigma yang salah. Dan paradigma itu tersimpan di otak dasar kita yang merupakan 88 % bagian dari keseluruhan otak, otak yang mengendalikan alam bawah sadar kita.
Ada tujuh macam kecerdasan yaitu kecerdasan verbal, kecerdasan matematis, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetis tubuh, kecerdasan spesial, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan interpersonal. Setiap orang dibekali salah satu atau bahkan lebih kecerdasan tersebut secara menonjol. Dari kecerdasan tersebut maka muncullah apa yang disebut potensi diri.
Kunci terbesar dalam menemukan potensi diri adalah mencoba. Trying is so important. Mencoba adalah salah satu sikap positif yang menghempas belenggu paradigma ketakutan untuk melakukan sesuatu. Mencoba menunjukkan kepribadian yang kritis, pantang menyerah, berpikiran positif, dan berkemauan keras untuk maju. Mencoba merupakan salah satu sikap ilmiah, sikap yang mencetak kesuksesan para ilmuwan besar.
Satu lagi yang perlu ditekankan bahwa potensi diri bukan berarti hanya potensi di bidang akademis. Bukan berarti mereka yang bodoh dalam bidang pelajaran tidak memiliki potensi. Ingat kembali bahwa sumber potensi yaitu kecerdasan ada tujuh macam dan itu berarti bisa muncul beribu macam potensi. Bukan hanya satu macam potensi saja.
Ada hal yang sangat menarik dari perjalanan hidup para ilmuwan dan orang-orang sukses lainnya. Tahukah Anda bahwa semasa sekolahnya, raja penemu, Thomas Alfa Edison dianggap sebagai “otak udang”? Tahukah Anda bahwa orang terkaya di dunia, Bill Gate tidak lulus sekolah? Tahukah Anda bahwa selama masa hidupnya, teori-teori Einstein selalu dilecehkan? Tahukah Anda bahwa penulis Harry Potter, JK Rowling ditolak perusahaan penerbit buku puluhan kali? Kalau mereka tidak menyadari potensi dirinya, tidak pernah mencoba, dan mudah putus asa, akankah mereka menjadi tokoh besar dunia? Tidak bukan?
Dan hal yang lebih menarik, menurut sebuah survei oleh Selandia Baru, seorang remaja Indonesia berusia 17 tahun telah mendengar kata “tidak, kamu tidak bisa” atau kata yang sejenisnya sebanyak 148.000 kali. Bagaimana potensi diri mereka tidak mati jika keinginannya untuk mencoba telah dibendung hanya dengan menganggap dirinya pasti tidak bisa melakukannya. Ironis sekali bukan?
Masih maukah Anda terbelenggu oleh paradigma yang salah? Sudikah Anda terus menidurkan potensi diri Anda? Masihkah Anda akan berdiam diri mengetahui harta yang sangat mahal terkubur di dalam diri Anda ?
Jadi, silakan temukan potensi diri Anda dan kembangkan maksimal harta karun yang terkubur tersebut. Satu lagi, jika Anda berani, coba. Jika Anda takut, coba. Orang yang tidak pernah mencoba tidak memiliki pengalaman.
Selengkapnya…PDF
Selengkapnya…PDF
Isi Komentar Baca Komentar
Kirim Artikel Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online
Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .