11 Apr 2012

FATE

“Life is like connecting dots. You have to trust that the dots will somehow connect in your future” -Steve Jobs-

Well, we called it fate…

Saya selalu bisa dengan mudah kagum pada mereka yang bekerja keras untuk hidup mereka. Dan saya akan jatuh hati pada mereka yang selain bekerja keras juga rendah hati. Inilah awal dari takdir itu. Entah apa yang membuat saya berkenalan dengan orang-orang ini lalu mengenal mereka lebih dekat. Ya, saya mungkin bercanda bersama mereka tetapi jauh di lubuk hati saya, saya kagum pada mereka. Mereka yang perlahan telah membuat saya tahu, takdir ini ternyata begitu manis.

Saya selalu percaya Tuhan tidak pernah tidak menuntun kita. Dan inilah takdir yang kemudian saya sadari. Ketika saya dipertemukan dengan orang-orang ini. Semua menjadi jelas ketika titik-titik peristiwa di masa lalu terhubung. Mengapa saya harus mendapat mentor dari sini tetapi dia justru sedang pergi diklat. Mengapa juga saya harus dibawa oleh teman sebidang mentor saya itu untuk diperkenalkan dengan orang-orang di bidangnya. Mengapa mereka kemudian penasaran dan menemukan blog saya. Mengapa mereka mempunya sifat yang begitu hangat dan menyenangkan, sifat yang membuat saya mudah membaur. Mengapa kali ini saya harus berpikir terbalik “jika saya berusaha keras, saya pasti bisa”, bukan “saya tidak punya bakat di bidang ini, mengapa saya tidak mencoba bidang yang saya hanya punya sedikit modal untuk ada di sana”. Mengapa saya harus luluh dengan ajakan seseorang bahwa di bidang itu saya akan bisa berkembang asal saya mau berusaha. Mengapa pada akhirnya sang kepala terlihat sebagai seorang bapak yang sangat baik bagi stafnya. Mengapa saya yang tidak punya bakat bisa dipertemukan dengan bakat-bakat luar biasa di sini. Saya kemudian berpikir, benarkah ini kebetulan?

Kita memanggilnya takdir. Kita tidak pernah tahu arti setiap rangkaian peristiwa sebelum akhirnya mendapatkankan jawabannya di masa depan. Karena itu, saya akan bersabar menunggu titik-titik peristiwa saya terhubung. Saya juga tidak akan mempertanyakan di mana saya akan ditempatkan. Saya hanya percaya, tidak setiap orang harus menjadi striker, tugas kita hanyalah melakukan yang terbaik. Di mana pun di tempatkan, jadilah yang terbaik sekuat tenaga kita. Jadilah Messi jika di depan, jadi Xavi jika di tengah, jadi Puyol jika di belakang, dan jadilah Valdes jika di bawah mistar gawang.

Saya pernah membaca ungkapan untuk menggambarkan Messi, dengan kerendahhatiannya, sehingga dia dicintai dunia. Rational people are easy to admire but irrational people are easy to love. Karena menggabungkan prestasi dengan kerendahhatian adalah sesuatu yang sangat sulit. Karena dengan sifat humble itulah Messi menjadi orang yang dicintai. Yeah, mereka yang sangat genius tetapi tampil dengan wajah jauh dari kesan serius. Mereka yang bertabur pencapaian tetapi tetap rendah hati. Mereka adalah orang-orang yang dipertemukan Tuhan denganku. I remember those simple things, when you all looked so innocent to hide your shine…

Thank you, you teached me a lot....

No comments :

Post a Comment

Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .