31 Jul 2013

SINGGAH 4


Belum genap sebulan kau pulang tetapi aku telah berziarah untuk kesekian kali. Tak henti-henti aku menghampiri udara biru yang mengepungmu. Bayangan hitam putihmu mematung di hadapku dengan tatapan tak berkedip. Kakiku menapak tanah merah yang sama menunggui kau terlelap. Aku tak datang untuk menangis, menulis pesan, atau pun bercerita. Tak ada yang benar-benar ku lakukan kecuali membunuh segala lara. Hatiku masih sesenyap ketika kau dibaringkan. Langit tetap sesunyi kala kau menyangga bumi dalam dekapan.

Aku tahu seharusnya aku tak perlu terlampau sering singgah menemuimu.

19 Jul 2013

MUSIK TULUS

Ah, his voice is really allright-allright-allright. Listen to his music makes me feel like, “oh, i'm in love with his musicality”

Teman Hidup
Teman hidup adalah lagu yang membuat saya untuk pertama kali menyadari talenta besar dari seorang arsitek sekaligus penyanyi jazz bernama Tulus. Sulit rasanya saya menjelaskan perasaan saya ketika pertama kali mendengarkan lagu yang sungguh manis itu.
Tulus menyajikan lirik yang manis-romantis-menyentuh-jujur secara pas. Tidak terdengar gombal atau berlebihan, tidak juga kehilangan kesakralan. Nuansa pop jazz yang easy listening dibawakan dengan apik oleh Rookie of the Year 2013 Majalah Rolling Stone Indonesia itu.  Lagu-lagunya diaransemen minimalis sehingga olah vokalnya terdengar jelas. Karena itu, kemampuan vokalnya yang memanjakan dan menghipnotis pendengar makin mudah dinikmati.

Ketimbang memilih kata "jangan pernah menyerah", Tulus memilih kata "jangan cepat menyerah" untuk melengkapi kalimat "bila di depan nanti, banyak cobaan untuk kisah cinta kita". Hasilnya? Magically nilai rasa yang pas berhasil pendengar tangkap. Benar-benar pas.

Dengan melihat video klipnya kita akan dibuat merinding sekaligus terharu. Lagi-lagi kegeniusan Tulus terbukti di sini, pemilihan kehidupan abdi dalem sebagai story line tentu saja menggambarkan kesetiaan yang luhur effortlessly.

Lagu inilah yang menuntun saya mendengarkan lagu-lagu Tulus lainnya.

16 Jul 2013

SINGGAH 3


Aku ingin membencimu sejak menyadari betapa istimewa perempuan itu bagimu. Hanya saja kau yang ku benci adalah orang yang paling ku cintai. Kau tak pernah singgah bahkan untuk sekejap memandang ke arahku. Aku menyerah tetapi kau tak boleh menyerah. 
"Laramu hanyalah persinggahan sejenak bukan? Bahkan ketika kau tidak ingin membaca sekeranjang pesanku, terjagalah." Hatiku telah berteriak berkali-kali meskipun tak ada kata terucap.

Aku telah berjam-jam terpasung di secarik kertas bersama perpindahan matahari ke sudut lain. Ku benamkan kertas itu dalam keranjang pesan yang tak satu pun kau ketahui. Kau masih memenjara segenap keraguanku akan esokmu. Karenanya, tak putus aku menghitung udara yang kau hirup. 

Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .