31 Aug 2013

JARAK

Secarik kertas yang berkibar bebas di tangan kananmu seperti berpunggung sayap. Huruf-huruf yang tercetak di sana akan menerbangkanmu meraih angan. Tawamu yang renyah menggema pagi ini. Seperti selembar kertas itu, kakimu melayang ringan menjemput sesuatu yang dulu kerap kita sebut kebahagiaan.

28 Aug 2013

INSOMNIA

Adakah yang lebih terjaga di malam hari
Dari batin yang kerap berjalan mencari arah
Gundah yang menyangga kelopak mata
Dan sinar matahari telah berdamai
Pembaringan bukanlah penawar rasa
Rindu mengepung lelap
Senja yang selalu mengantarkan suara khas langkah kakimu
Berjalan bersisian denganmu malam itu
Ada rasa yang lupa terselipkan di antara
Bait-bait kata yang kita candakan

Malam ini aku berjalan sendiri sembari kembali berjanji
Mengungkap rahasia yang mendobrak-dobrak dinding hati

25 Aug 2013

SELAMAT PAGI INDONESIA

my another randomness


Hari ini, saya dan dua teman saya berlari 8 kilometer. Haha, tentu saja bukan karena kami terlalu bersemangat berolahraga--tentu saja bukan. Kami sedang mengikuti sebuah event Istana Kepresidenan bertajuk “Indepedence Day Run Semangat 17/8 untuk Merah Putih”. Bukan medali yang kami cari tetapi sekadar finish. Bagi kami, finish bukan di urutan terakhir adalah prestasi. LOL.

Memulai hari dengan chaos karena jalur busway dialihkan dan akhirnya kami harus berjalan dari Harmoni untuk sampai garis start di depan istana presiden, kekacauan kami bertiga tidak berhenti di situ. Bukannya lari, kami justru bercanda sepanjang perjalanan 8 kilo. Alhasil kami finish di urutan 13400-an (horeeeee). Haha, standing applause untuk diri sendiri. 

Ngomong-ngomong soal lari di pagi hari dan independence day, udara pagi ini tiba-tiba mengingatkan saya pada puisi sastrawan Indonesia favorit saya, Sapardi Djoko Damono. Puisi ini adalah puisi tentang Indonesia yang pertama kali membuat batin saya bergemuruh dalam perasaan yang sulit dijelaskan. 

24 Aug 2013

LUGU 2


Kau masih saja menuliskan sesuatu di hatiku--tak putus-putus. Aksara terus-menerus berlompatan lincah dari batin yang lugu. Kau ibarat partikel riang berjingkatan dalam binar yang teramat terang. Meski kau hening semua pandang teralihkan oleh warnamu yang benderang. Kini, aku mengingat setiap larik bersama keluguan terbaik yang tersisipkan.

20 Aug 2013

REFRAKSI

Seperti namamu, warnamu begitu binar. Pancarmu adalah resonansi sinar yang melulu luput berpulang. Kerap batinku berdarah menahan laju biasmu. Aku harus pula tergesa menyangkal semarak tatap mata sendumu berbinar-binar di hadapnya. Caramu mengalihkan bola mata ke arahnya seperti gerak ombak pagi kala mentari terlelap. Caramu terdiam saat sinarnya berpendaran, caramu tertunduk menyangkar senyum karenanya. Lalu rindu yang ku bungkus berceceran di halaman.

Aku kesal melihatmu diam-diam menyinarinya. Aku kecewa kau mengendap-endap di sudut batin membiarkanku sempurna berputus asa. Tak henti kau membuat setiap helaan napasku berwarna kelam. Namun, tak satupun membuatku lebih kesal ketimbang perempuan yang tak jua menyadari sinar yang tak terbagi bersimpuh di hadapnya. Saat aku berdoa gelombang cahayamu merambat ke arahku, dia justru sibuk memantulkanmu.

19 Aug 2013

Letter to BIG BANG’s 7th Anniversary

“Even when we’re not seen, we’ll be heard in your ears. We’re called Big Bang. Even if everyone leaves you, we’ll stay with you. We’re called Big Bang” ( We’re Big Bang, Always Album Intro, 2007)
Hari ini tepat ulang tahun ke-7 grup musisi favorit saya, Big Bang. Tak terasa bertahun-tahun musik mereka telah menemani saya. Lagu-lagu mereka telah mengiringi hari-hari saya. Idealisme mereka telah memaku selera saya hanya pada mereka. Cerita hidup mereka telah menginspirasi langkah kaki saya.

15 Aug 2013

Still w/ Them

.......
Mas Ikhsan, Mas Adhi, Mbak Rizki, dkk (maaf tak bisa menyebutkan nama kalian satu persatu), apa kalian pernah juga berpikir bahwa dunia yang sekarang kita geluti akan menimbulkan rindu yang mengharu biru kelak setelah kita meninggalkannya?

Kapan kita berdiskusi politik sampai larut malam lagi? Kapan kita bertukar pikiran serta debat pendapat? Kapan kita begini lagi kalau kalian sudah pergi?
Karenanya aku sangat menghargai setiap detik yang kini aku lalui bersama kalian..

Cintaku pada dunia kemahasiswaan telah berimplikasi pada banyak hal, termasuk mencintai kalian....... (Sepotong Episode, 4 Februari 2010)
Tiga tahun dari tulisan itu dibuat, saya bertemu kembali dengan mereka. Haha, serious, am I still with them? Kenyataannya kami masih rajin berkomunikasi lewat group whatsapp. Beberapa waktu yang lalu kami bertemu dan menggagas sebuah proyek bareng. Kami sepakat punya blog bersama, http://antarkita.net/ (sekalian promosi. hihihi *wink). Blog itu rencananya akan mulai diisi minggu depan. Mengingat kami tak lagi sering bersama seperti saat masih di kampus, punya blog bersama mereka membuat saya benar-benar bahagia.
Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .