31 Oct 2013

(UNSENT MAIL) TO YOU

Hai, apakah kau baik-baik saja?

Hari ini aku sedang membuka satu-persatu email yang masuk. Pekerjaan seperti hendak mencekikku. Ku abaikan semua pesan dan mengalihkan pilihan untuk mengetik sebuah email. Aku menulis dan menyimpan lagi surat untukmu. Hujan yang membentur pelataran gedung ini seolah juga menghantam lantai hatiku. Aroma air hujan serasa pisau tajam. Maaf, surat yang kesekian kali ini tak jua bisa ku kirim. Biarlah aku menggenggam rahasia ini sendiri, bahkan darimu.

29 Oct 2013

(STILL) TO YOU


I know, letters are so last year but it's my only way to say everything unsaid. Jauh dari jangkauan matamu aku tetap melanjutkan kebiasaan lamaku. Serupa yang aku ceritakan dalam surat sebelumnya, aku khawatir kau telah menuliskan sesuatu secara terus-menerus di hatiku hingga cerita tentangmu tak pernah habis. Maafkan ketakutan yang selalu menghadangku mengirimkan surat padamu. Alasannya tentu masih sama. Aku tak ingin wanita yang menjadi istrimu kelak membacanya.

26 Oct 2013

Dreaming High, Working Hard, and Writing

Rabu (23/10/2013) saya mengikuti acara bedah buku "Rantau 1 Muara". Tidak banyak penulis yang mampu menggetarkan pembacanya untuk benar-benar mempercayai kekuatan perjuangan. Tapi dari sedikit itu, A. Fuadi, penulis yang juga menulis "Negeri 5 Menara" ada dalam list.

Cerita berawal dari Pondok Gontor yang menjadi tempat menimba ilmu Uda Fuadi. Pondok itu didirikan karena dulu tidak ada ahli agama yang mengenal dunia luar. Pendiri pondok di Jawa Timur ini berniat untuk membangun sekolah yang siswanya bisa berbahasa Arab sekaligus Bahasa Inggris. Ada banyak nilai luhur yang membuat siswa-siswa Pondok Gontor berhasil menjalani hidupnya. Salah satunya ketika pengajar mereka berkata "Man Jadda Wa Jadda" (barangsiapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil). Diceritakan oleh Uda Fuadi bahwa guru dan ustad di sana juga mencontohkan sendiri apa yang mereka katakan (uswatun khasanah). Selain itu, setelah beberapa bulan di sana, siswa dilarang menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi. Hanya ada dua bahasa untuk bercakap-cakap: Arab dan Inggris. Radio yang diputar di Pondok Gontor adalah saluran radio internasional. Dengan kondisi demikian, semangat anak-anak untuk bersekolah ke luar negeri menggebu-gebu.

24 Oct 2013

DO IT ANYWAY

People are often unreasonable,
illogical and self-centered;
Forgive them anyway.


If you are kind,
people may accuse you of selfish ulterior motives;
Be kind anyway.

21 Oct 2013

SANDAL GUNUNG

Aku masih saja mengingat detail fragmen waktu ketika aku tak sengaja merapatkan tatapan ke arahmu. Aroma debu yang kering seperti terguyur hujan lebat lima jam lamanya. Suara sungai yang bergemuruh sesaat mengheningkan diri. Kau menawarkan hati yang manis kepadaku. Karena ucapanmu itu, batas yang semula ada raib begitu saja.

Saat kita berada dalam jarak sedepa tiba-tiba ingin sekali aku memastikan satu hal. Apakah mata kita berkedip di millisecond yang sama? Aku tak habis pikir mengapa seseorang yang berkedip dalam tempomu begitu menarik. Ada sesuatu dalam pergerakan bola matamu yang membuatku tak ragu menamai perasaanku. Sepanjang waktu, senyummu yang sejuk seperti tengah menggantung di dahan pepohonan. Dan pergerakan kelopak matamu mengkuatkan gravitasi bumi.

Tak heran sejak hari kau memutuskan pergi ke laut, aku merasa bumi tidak menarik telapak kakiku. Seseorang yang paling melindungi mimpi-mimpiku tengah menyelami samudera citanya. Karena jarak, aku tidak sendirian tetapi kesepian. Aku berada dalam kerumunan tetapi masih mencari-cari seseorang.

OFFICIALLY MISSING YOU


"I didn't know at that time when I was little. Everything was easy and it seemed like everything was mine. But why is it only now that I miss you. I'm officially missing you" 

Saya seperti belum sembuh dari kekaguman saya terhadap penampilan Tim A program WIN (Who Is Next) yang diadakan YG Entertainment. Di battle kedua, Tim A menyanyikan lagu Officially Missing You milik Tamia dengan lirik yang mereka gubah sesuai cerita hidup mereka masing-masing. Bukan seseorang yang sedang mereka rindukan, tetapi masa lalu. Foto masa kecil mereka menjadi latar lagu itu. Kelima penyanyi ini menggerakkan emosi pendengar dengan musikalitas mereka. Kegeniusan menulis lirik macam ini, bagaimana saya bisa membantah pesona talenta mereka. Dan yeah, kualitas vokal mereka bukan lagi seperti calon artis. Mereka telah tampil dalam paket seorang artis profesional.
Melalui lagu itu, saya digiring mengingat Seungyoon di usia yang amat muda mengikuti audisi dengan langkah tanpa ketakutan. Dengan suara dan permainan gitarnya, dia berhasil menaklukkan ajang pencarian bakat Mnet Superstar K2.  Kini, dia merasa telah berubah menjadi penuh ketakutan (karena battle dengan tim B di mana hanya tim yang menang yang akan debut). Oh, merindukan masa lalu seperti ini benar-benar menyentuh hati. 

“ With a small foot, taking a powerful steps. With a smile on his face, as if nothing to be feared. Carrying a guitar on his back, that kid with a tittled hat. I’m officially missing you” –Seungyoon-

19 Oct 2013

BENDERA

Setelah kaleng cat dibuka, kita mulai mewarnai kain dengan warna yang tak sengaja berbeda. Kau berceramah tentang betapa membosankannya kain-kain itu tanpa cat warna. Tanganmu tidak kehabisan ide untuk mengibarkan kain itu. Di dunia permainan, batang kayu adalah tiang bendera kita. Terus terang sejak berkawan denganmu duniaku berjalan di luar garis kewajaran. Bukankah kita seharusnya memiliki bendera kita masing-masing? Kita unik dengan paduan warna kita masing-masing. Kau masih melanjutkan alasanmu mengapa kau menenteng segala warna cat di kedua tanganmu.

16 Oct 2013

KOPER


Di masa lalu, dengan tas punggung mungil kita membawa beragam rupa mimpi. Anak kecil tak gentar berlari mengejar pesawat kertas yang diterbangkan tinggi. Bila pesawat mendarat di tanah, bocah dengan lugu menerbangkan kembali kertas yang dilipatnya sendiri. Ketika kertas mimpi itu terdampar di dahan, dengan girang kita meraihnya kembali. Pesawat sederhana yang bisa kita buat begitu saja dan kapan saja itu dulu terlampau membahagiakan.

15 Oct 2013

KAKEK

Suara parau radio yang bergema di sudut kamarmu
Mengepul  secangkir asap di gelas besi
Menyeruput si hitam pekat itu
Sama pahitnya dengan menungguku selesai berlarian di pelataran

Aku kembali ke ruang ini
Mengaduk memori yang terkunci
Hanya saja tak ada seseorang duduk di sana menantiku kembali

Aku telah lelah bermain

Menyusuri daun ketela yang dulu kerap ku bandingkan dengan telapak tanganku
Aku datang lagi dengan kaki yang sama
Tanah adalah alas kita
Tetapi aku tak menemukan jari-jarimu di sana

13 Oct 2013

BARAT


Seperti matahari, dia adalah seseorang yang berjalan ke arah barat. Sementara aku terlambat berpindah arah mengejarnya dari kejauhan. Jarak bayang-bayang kami sama jauhnya dengan batin kami. Kemudian aku berhenti untuk menunggunya berjalan dari timur keesokan harinya. Di satu titik kami tentu saja bertemu. Ada waktu kami bisa berpapasan, hanya saja terlampau sebentar.

Aku sendiri tak begitu yakin mengapa dia begitu memesona. Aku berhasrat menatap lebih lama sekalipun kilaunya menusuk mata. Aku ingin dia memperlambat langkahnya agar berjalan di sampingku. Aku berangan dia menawarkan hatinya kepadaku. Pandang yang teralihkan saat dia melintas, mulut yang terbata-bata mendeskripsikannya: entah.

10 Oct 2013

JENDELA


Dari jendela yang sama, aku memutar ingatan hari lalu tatkala engkau menyusuri taman di seberang jalan. Di semesta itu, pagi tersulap begitu semarak. Siulanmu membuat burung-burung berlalu lalang di pusaran magnetmu. Kepakan sayap yang terdengar seperti tepuk tangan. Kau melangkah tenang dan memanjakan dara untuk tidak beralih. Sebagian dara bertengger di dahan pohon di ketinggian sana. Polah anak-anak kecil yang membuatmu tertawa riang. Pohon yang dahannya riang menyambutmu, daun yang berebut ingin kau petik.  Kau masih bernyanyi pada gemericikan tangga nada air itu. Parade roda-roda yang berputar seperti melambat di sekelilingmu. Tanganmu menebar butir jagung, kemudian dara berhamburan mendekatimu. Rumput-rumput yang berbaur rasa iri pada binarmu. Kakimu berlarian kecil dan meredam peluh. Napas tersengal-sengal yang kau lempar bersama senyuman. Sulit ku tafsirkan, kau membiarkan semesta mengilaukanmu. 

7 Oct 2013

IMZ’S DIARY 09102013

Arung Jeram Sungai Citatih

Aku  sedikit malas bangun pagi ini. Mataku masih terlampau berat untuk terbuka. Hihi. Rasa capek berduet dengan kasur terus menggodaku. Kemarin siang aku baru saja selesai mengikuti outbond. Yuhuu, Indonesia is absolutely beautiful. Arung jeram Sungai Cicatih benar-benar menyenangkan. Sukabumi, masih seteduh ketika saya pertama kali ke sana. Dan kebun teh di sini sungguh menenangkan.
Pagi ini aku berangkat rapat Yafindo di Semanggi. Kami membahas mengenai photo contest Yafindo serta rencana gathering untuk tanggal 13 Oktober besok. Sepanjang perjalanan di busway aku banyak merenung soal negara. Ah, ternyata aku belum berubah. Dua tahun yang lalu aku berniat untuk berhenti memikirkan soal politik dan melakukan saja hal-hal yang saya bisa. Tetapi bahkan saat ini aku masih resah. Padahal aku tahu aku tak bisa berbuat banyak untuk itu dan lebih baik untuk melakukan hal-hal kecil yang bisa ku lakukan. Kasus Munir, Wiji Thukul, pesawat kepresidenan, dan kasus hakim MK yang baru saja tertangkap basah menerima suap sungguh menciderai perasaan rakyat.

4 Oct 2013

LUMPUH


Senyum malu-malu milikmu adalah senyum paling teduh. Mata bulan sabit yang melengkung saat kau tertawa terasa lebih terang dari purnama. Udara di sekelilingmu sesejuk embun di waktu terpagi. Hari berhujan badai kau sulap menjadi hari di mana matahari begitu perkasa. Hatimu sejernih air yang mengaliri sungai-sungai di pegunungan. Tentu saja kau tak sebenderang  itu. Kau hanya sedang membuatku mendramatisasi semua kata-kata tentangmu.

Kesempatan berpapasan denganmu serupa berjumpa tanggal 29 Februari. Sekalipun bertemu, secepat angin tertiup, kau berlalu begitu saja. Jari-jarimu yang melambai ke arahku terasa seperti mantra yang menghanyutkan. Apakah kau menyadari bahwa aku tak hanya memiliki nama tapi juga rasa?

Sejujurnya, kau tidaklah seistimewa itu. Jika manusia adalah bintang maka sinarmu tidaklah terang. Seandainya manusia adalah payung, kau bukanlah yang sepenuhnya meneduhkan kala hujan. Kau hanya bintang biasa yang berkeliling mengitari duniaku. Kau adalah payung kecil yang yang ketika tak hujan terlipat rapi di dalam tasku. Tetapi aku tenang menjinjingmu dalam setiap langkahku. Aku bahagia menyalakan binarmu dalam hatiku. Cahayamu membuatku bisa melihat tanpa menyilaukan mata. Siapa bilang itu tak cukup?  

Terkadang orang yang kau cintai adalah yang paling sederhana sinarnya. Aku menaruh hati pada sinar yang menerobos sela-sela tirai jendelaku. Binarnya tak seterang cahaya-cahaya lainnya tetapi mengetuk sudut mataku membangunkanku dari tidur panjang. Sesungguhnya kau sesederhana sinar itu.

1 Oct 2013

PAMFLET



Dinding
Doaku adalah menjelma pamflet
Hanya sekadar untuk bersandar padamu
Aku berkhayal tak putus-putus
Sebab di dindingmu
Hanya ada pamflet itu

(Bintaro, 20081116)
____________
image source: here

Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .