2 Nov 2018

REPLY 1997

“Some people believe they are born with an invisible red string tied around their little finger… The string is tied to a person they’re destined to be with. However, it’s hard finding out who is the person at the other end. The string is as tangled as the number of people tied together. As we untangle it, we get to see our fate. If the red string of fate really exists, where will mine end?” – Reply 1997

Saya baru saja selesai menonton Reply 1997. Butuh waktu 2 tahun sejak menonton seri Reply lainnya yaitu Reply 1988 sampai akhirnya saya tergerak untuk menonton Reply 1997. Jujur saja, saya sangat menyukai karya sang penulis skenario, Lee Woo Jung. Jika saya ditanya apa drama favorit saya, jawabannya tak lain Reply 1988. Tetapi karena cukup terpukul dengan ending ceritanya, saya memilih untuk mengambil jeda sebelum menonton Reply lainnya. Long story short, minggu lalu, tak sengaja saya menemukan video clip All For You (Seo In Guk ft Eunji) yang merupakan salah satu soundtrack Reply 1997. Tiba-tiba saya ingin menonton drama tersebut dan kembali mengatakan: Lee Woo Jung adalah penulis skenario yang ingin saya curi kemampuan menulisnya.

4 Oct 2018

WHAT YOU SEEK IS SEEKING YOU

source: emilysquotes.com
Patience (by Lang Leav)
Patience and Love agreed to meet at a set time and place; beneath the twenty-third tree in the olive orchard. Patience arrived promptly and waited. She checked her watch every so often but still, there was no sign of Love.

Was it the twenty-third tree or the fifty-sixth? She wondered and decided to check, just in case. As she made her way over to the fifty-sixth tree, Love arrived at twenty-three, where Patience was noticeably absent.

29 Sep 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL DARA: DARA’S CHOICE

“Udah jangan sedih. Nanti di Jakarta sering-sering aja nelpon rumah nggih, Mbak Dara.” Arga berbisik kemudian mendorong tas di punggungku perlahan supaya aku melangkah memasuki stasiun. “Pak, Bu, nyuwun doa pangestunipun nggih.” Arga membungkukkan badannya kemudian menyusulku yang berdiri beberapa langkah di depannya. Dia mengambil tiket di tanganku sembari tersenyum menghibur. Diulurkannya dua lembar kertas itu kepada petugas kemudian dia berbalik arah melambaikan tangan kepada orang tua kami yang sama-sama berdiri dengan tatapan sendu. Suasana hatiku bak sebuah desa yang diterjang banjir bandang tetapi tatapan tenang Arga mengubah banjir itu menjadi sungai yang mengalir perlahan mengairi setiap sawah di desa itu. Kau ingin tahu kapan pertama kalinya aku menyadari betapa menyenangkannya berada di samping Arga?

21 Sep 2018

HUJAN BULAN JUNI

source: tenor.com
Aku berdoa agar diriku terhadap takdir-Mu, Tuhanku, seperti juni terhadap hujan.

Aku meminta padamu, Tuhanku, semoga perasaanku pada takdir-Mu laksana “Hujan Bulan Juni” milik Sapardi Djoko Damono. Sekalipun yang diminta tidak pernah menampakkan wujudnya, aku akan menggenggam segenap keluh kesah di sudut keheningan. Seandainya pun yang diharapkan tidak pernah datang, aku akan menyimpan seluruh kerinduan layaknya juni merahasiakan penantiannya pada hujan.

1 Sep 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL CHAPTER: BIMA’S JOURNEY
source: pixabay.com

Aku baru saja selesai mengoreksi hasil UTS ketika jam dinding menunjukkan hampir pukul 10 malam. Kututup laptop yang sudah menyala sejak pagi ini sebelum meraih tas punggungku. Langkahku menyusuri lorong FISIP terhenti melihat seseorang masih mengemasi barang-barang yang akan dibawa untuk bakti sosial besok. Di mana Faqih? Kenapa dia membiarkan seorang perempuan sendirian di sekre HIMA semalam ini? Aku berniat mengetuk pintu dan menyuruhnya pulang tetapi kuurungkan niat itu sebab melihatnya tersenyum melakukan pekerjaan itu.

23 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL CHAPTER: ARGA’S DIARY


“Arga, aku Dara, kelas IPA 1. Kita sama-sama keterima di FISIP Dharma Bangsa. Nanti pas berangkat ke Jakarta, boleh bareng ya.”

Aku mengalihkan pandanganku dari buku yang sedang kuselami halaman-halamannya. Seorang gadis yang berasal dari kelas sebelah menyapaku lirih di perpustakaan sekolah. Ini pertama kalinya seorang perempuan tidak terdengar kaku ketika berbicara pertama kali denganku. Kualihkan kembali pandanganku ke buku sembari mengangguk. Berbincang dengan berbatas buku di kemudian hari menjadi kebiasaan di antara aku dan Dara. Dia akan bercerita tentang banyak hal dan aku mendengarkannya sembari membaca buku. Bertahun-tahun, dia seolah menerima kenyataan bahwa buku adalah hal yang tidak akan aku tinggalkan meskipun dia sedang berada di hadapanku. Awalnya aku melakukan kebiasaan ini untuk mengurangi kecanggungan karena tidak terbiasa berinteraksi panjang lebar dengan seorang perempuan. Pada akhirnya, kebiasaan ini menjadi sesuatu yang membantuku merahasiakan perasaan yang tembus pandang bagi siapapun yang memperhatikanku lekat. Dara tidak pernah menyadari ekspresi semacam apa yang muncul di wajahku setiap kali dia datang dan bercerita. Dahulu aku mensyukurinya tetapi siapa sangka di kemudian hari aku menyesalinya.

21 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 8: OUT OF THE KINDNESS OF YOUR HEART
source: pixabay.com
“Dara, aku nggak bermaksud menggarami luka tapi ini kan udah setahun. Apa kamu nggak berniat deket sama siapa gitu? Perlu aku kenalin ke seseorang yang pinter dan sopan?” Perempuan yang mengajak Dara makan siang bersama bertanya.

Dara menggeleng. Di usianya yang sekarang, semua orang seakan-akan hanya gemar membicarakan satu topik saja: pernikahan. Sayangnya topik ini sungguh ingin dihindarinya.

“Nanti juga ketemu sendiri kok, Rin.” Suara Dara terdengar pasrah.

16 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

PART 7: CALL IT A DAY

source: pixabay.com

Di tengah perpustakan yang cukup padat siang itu, Bima melangkah menuju meja di sudut ruangan baca. Matanya menangkap sosok yang dicarinya sedang membalik halaman buku seolah tidak terusik dengan derap langkah kaki yang mendekat.

“Tadi Dara di sini cuma sekarang dia lagi ngurusin legalisasi ijazahnya.” Arga menutup buku yang dibacanya begitu menyadari seseorang yang setengah jam yang lalu memintanya tetap berada di perpustakaan kini berdiri di sampingnya.

“She Walks in Beauty...” Bima mengucapkan judul puisi favorit Arga tanpa berbasa-basi terlebih dahulu. Udara di sekeliling mendadak menjadi pekat sampai-sampai Arga merasa sulit bernafas, “...bukan untuk seorang perempuan yang kamu nggak punya perasaan apa-apa kepadanya.” Bima meletakkan DASA Post di tangannya ke meja bersama ponsel yang layarnya menampilkan laman puisi karya Lord Byron itu. “Puisi ini soal Dara kan?”

30 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

PART 6: BARE MY HEART 
source: pixabay.com
“Congratulations for finally graduated, Miss Dara Maheswari, S.I.P.” Bima mengulurkan buket bunga mawar yang dibawanya. “Selamat nggih Pak, Bu, putrinya sudah lulus. Saya tahu Dara berusaha sangat keras untuk bisa membanggakan Bapak, Ibu.” Senyum di wajahnya tidak kalah dari senyum bangga di wajah orang tua Dara.

“Wah, Nak Bima, matur nuwun lho sudah banyak bantuin Dara. Ngrepoti banget nggih Dara niki.” Ibu Dara mengusap-usap kebayanya bersiap-bersiap akan berfoto. “Ayo Mas Bima, ikut foto.”

Bima menatap seseorang di hadapannya dengan tatapan menunggu konfirmasi apakah dirinya diperbolehkan ikut berfoto.

25 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

 PART 5: HANG IN THERE
source: pixabay.com
“Sausnya mau seberapa, Dar?” Bima dengan botol saus di tangannya bersiap menuangkan isinya ke piring Dara. Mereka sedang berada di kantin FISIP seusai Dara mengikuti gladi wisuda.

“Aku nggak pakai saus, Mas.” Dara menggeleng.

“Dari lahir?” Bima mengerutkan kening. Dara tertawa sembari menggeleng lagi.

“Sejak Arga bilang dia nggak pernah makan saus sambil ceramah soal kesehatan. Abis itu aku kebiasaan nggak pernah pakai saus, Mas.”

15 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 4: THROUGH THICK AND THIN
source: pixabay.com
“Selamat pagi, semuanya. Saya Bima, moderator seminar hari ini. Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah memenuhi ruang ini. Saya bisa melihat kayanya banyak yang belum dapet kursi ya di belakang sana. Tenang panitia kami sedang berusaha mencarikan kursi tambahan. Nggak perlu sampai ngambil kursi pemerintahan kan ini walau sebanyak ini yang belum dapet kursi?” Suara renyah Bima disambut tawa riuh peserta seminar. “Indonesia bangga buat generasi muda seperti kita. Tepuk tangan dong buat semangat kita hari ini.” Bima mengajak akan bertepuk tangan. Senyumnya mengembang ketika dia menyapu pandangan ke seluruh ruangan. “Your attendance is highly appreciated.” Kalimat itu seolah ditujukan oleh semua peserta tetapi Bima hanya menatap satu orang saja.

7 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 3: HEAD OVER HEELS
source: pixabay.com
“Sorry ya Mas, terakhir kita ketemu aku buru-buru masuk kelas. Oh ya, ada apa ya sama Dara?” Suara Arga menyambut kedatangan Mas Bima di perpustakaan siang itu.

“Iya. Nggak apa-apa, Ga. Pantesan jalannya buru-buru. Aku sempet lihat kamu sama Dara waktu itu. Kalian sahabatan udah lama banget ya keliatan akrab banget gitu.” Bima mengambil kursi di seberang Arga dan mulai membuka laptop.

3 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 2: BLESSING IN DISGUISE
source: pixabay.com
“Hello, selamat malam, sobat DASA, berjumpa lagi dengan Naura Raya di acara Lima Kisah. Mulai dari pukul 10 malam hingga satu jam ke depan, Naura akan membacakan 5 cerita inspiratif yang sudah dikirimkan oleh para pendengar. Untuk rekan-rekan Dharma Bangsa yang saat ini sedang UAS, semoga kisah pertama ini akan menyemangati perjuangan kita....” suara Naura Rayadinata, perempuan yang dilihat Dara sore ini menggema di kamar kosnya. Biasanya dia gemar mendengarkan radio kampusnya, DASA Radio, terlebih program Lima Kisah yang menjadi salah satu acara favorit radio tersebut. Tetapi kini mendengarkan suara renyah Naura memiliki efek yang berbeda. Terpilih menjadi penyiar acara malam sebab suaranya yang dianggap menenangkan, suara lembut itu malam ini tidak terdengar ramah di telinga Dara.   

26 Jun 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 1: CROSSED YOUR PATH
source: pixabay.com
Ga, msh di kosan? Ke kosanku bentar sih ambilin buku etika komunikasi di meja. Bilang aja sama bu kos buat bukain kamarku :)

Pasrah spt biasa kl disuruh. Bntr ya Dar. Haha

Ditunggu di kantin fisip ya. Thx Ga. 

Pesan yang diterimanya setengah jam lalu membawanya di hadapan Dara, perempuan yang kini tersenyum girang. Arga menarik nafas panjang seolah perjalanan dari kosan ke kampus dengan diburu-buru sangat melelahkan baginya. Dia menyeka peluh di dahi bersama irama nafas yang tidak beraturan.

16 May 2018

THE LONELY SOULS

source: pixabay.com
“But if I can tell you one secret about her, she hates being alone. She felt lonely for most of the time--sometimes she came to me and did her things beside me just because she hates loneliness that much.” Her friend said.

Now he knows why she always slept on the couch when he came back home. Even when she never makes it clear, waiting for him, which she said was nothing, made her knows she has someone to be with.

10 May 2018

BERTEMU DENGAN CRYSTAL WIDJAJA


Minggu lalu, kantor tempat saya bekerja menyelenggarakan rapat kerja pimpinan (rakerpim) tengah tahun 2018 dan salah satu agenda yang direncanakan adalah pemaparan mengenai data analytics. Panitia pun sibuk mencari pembicara yang tepat hingga Dwiky yang kebetulan mendalami data analytics, mengusulkan sebuah nama: Crystal Widjaja. Semua pun sibuk mencari tahu mengenai perempuan muda yang merupakan Senior Vice President Business Intelligence and Growth di GO-JEK tersebut. Profilnya sangat menarik meskipun nama lain muncul seiring kami mempelajari mengenai Crystal: Ramda Yanurzha. Pria yang merupakan Head of Research di GO-JEK ini menurut pandangan panitia lebih pas sebagai pembicara dengan berbagai pertimbangan salah satunya karena Ramda bisa berbahasa Indonesia *moon grin. Tetapi perhatian kembali tertuju pada Crystal setelah pimpinan tertinggi di kantor saya lebih memilih perempuan cantik itu untuk menjadi pembicara.

24 Apr 2018

TRAINING DAN UJIAN COBIT 5 FOUNDATION

source: pixabay.com
In a global, digital economy, if IT is not a strategic asset, it’s a strategic liability.” (Peter Weill, IT Savvy: What Top Executives Must Know to Go from Pain to Gain)

Aloha! Long time no see. Sebagai makhluk remah-remah rengginang yang kalau belajar harus fokus banget biar paham, saya sampe nggak nulis dulu akhir-akhir ini. Guess what class I took a few days ago? Yes. COBIT 5 Foundation Training. Ketertarikan saya pada dunia tata kelola TI (IT governance) dimulai saat saya memutuskan untuk menulis skripsi dengan topik penerapan audit tata kelola TI berbasis COBIT 4.1 di Kemenkeu. Dan bukan rahasia umum kalau skripsi itu diubek-ubek hampir tiap waktu dalam durasi yang sangat lama kan? Witing tresno jalaran seka kulino benar adanya. Singkat cerita, sebenarnya sih nggak paham-paham amat tapi saya jatuh hati sama filosofi tata kelola TI. Weill (2004) menyatakan: IT governance matters because it influences the benefits received from IT investment (tata kelola TI penting sebab mempengaruhi manfaat yang diterima dari investasi TI). Gini deh, kita semua dari level individu aja menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk TI kan? Boleh lah hitung total harga laptop, ponsel, dan gadget kalian semua. Nah, bayangkan berapa banyak uang yang dihabiskan organisasi besar untuk TI mereka. Terus gimana sih memastikan dana besar yang diinvestasikan dalam wujud TI itu memberikan keuntungan yang sepadan bagi organisasi? Berdasar pernyataan Weill di atas, manfaat investasi TI dapat dipastikan dengan tata kelola TI yang baik.

7 Apr 2018

GENERALIST OR SPECIALIST?

source: pixabay.com
Pernah nggak sih sebuah pertanyaan aneh tiba-tiba muncul di kepala kalian dan jawabannya perlu dipikirin dalem? Bagi saya, pertanyaan yang jawabannya akan menjadi dasar dalam merencanakan arah kehidupan lah yang sedang mengganggu pikiran. Saya lagi mikirin pertanyaan ini supaya saya bisa menyusun the so-called blueprint, rencana strategis, dan life plan saya. Hihi. Pertanyaan tersebut adalah: apakah suatu hal yang ketika disebutkan maka nama saya langsung muncul bersamaan dengannya? In other words, what is the forte I’m associated with? Dunia apa yang sungguh-sungguh ingin saya geluti? Bidang apa yang benar-benar ingin saya pelajari lebih dalam? Satu ilmu spesifik apa yang ingin saya kuasai betul-betul? Ketika saya ingin menginvestasikan waktu, pikiran, dan tenaga saya, kepada bidang apakah itu?  “Specialist of ....... “ apa yang ingin saya raih? Tentu pertanyaan ini penting untuk dijawab agar saya tidak terombang-ambing dalam ketidaktentuan tujuan. Jelas saja saya tak mau terus-terus tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Aku tanpamu butiran debu...... *okay I’m done with singing. Let’s back to the topic.

20 Mar 2018

THE SECOND BITE OF THE CHERRY

source: pixabay.com
I don't know how long I have been standing here, outside a restaurant somebody mentioned through a short message a week ago. I was excited waiting for this day until I am seeing this somebody is sitting calmly after washing his hands as if he will eat something soon. But that table is empty as if he’s waiting for someone to sit across him. And I perfectly know he’s waiting for me who unknowingly knocked by the reality I have been denied for so long: I always miss him. It has been years since I waited for this opportunity but when it came in front of me, my knees trembled frantically.

1 Mar 2018

SCOLIOSIS STORIES (PART 1): SO I HAVE A MILD SCOLIOSIS

source: thehumanist.com
Beberapa tahun belakangan ini, rasa pegal menetap di punggung saya. Sudah seharusnya bukan saya membawanya ke dokter untuk mengetahui penyebab dan pengobatannya? Tetapi saya, berkebalikan dari apa yang dilihat orang-orang, adalah seseorang yang kerap takut menghadapi kenyataan. Dari waktu ke waktu, saya sering memilih untuk tidak tahu—simply because I’m such a coward. Saya menyimpannya sendirian, menahannya tatkala sakitnya mendera, dan berpura-pura baik-baik saja. Sampai beberapa waktu yang lalu saya memutuskan bahwa saya harus memeriksakan punggung ini. Butuh waktu cukup lama untuk akhirnya benar-benar berangkat menemui dokter, itupun setelah beberapa sahabat dekat meyakinkan saya. Sejujurnya firasat mengatakan saya menderita sebuah kelainan yang namanya pertama kali saya dengar di bangku sekolah dasar: skoliosis (scoliosis). Saya ingat sekali sejak mendengarnya saya berjanji untuk memakai tas punggung, tas selainnya sesekali saja. Dengan usaha tersebut, saya berusaha mengingkari kemungkinan skoliosis meskipun gejala-gejala yang ada mengindikasikanya. Dan ketika hasil rontgen menyatakan skoliosis ringan, saya yang masih tampak ceria di rumah sakit, termenung sepanjang perjalanan pulang menyadari bahwa saya menderita sebuah kelainan yang selama ini sudah saya usahakan pencegahannya. The realisation hit me: sometimes you tried your best but failed.

21 Feb 2018

PUNGGUNG

So tell me, am I supposed to wait or give up?
source: morethanablogger.com
Aku tidak pernah tahu seberapa signifikan makna sebuah tindakan kecil bernama mengusap punggung, sampai hari ini tiba. Kini, aku ingin seseorang menyeka punggungku dan berkata: “Semua akan baik-baik saja. Tenang. Aku ada di sini.”. Aku acap kali menabrakkan diri kepada realita dengan pengharapan selalu berjaya tetapi tentu saja sering aku yang justru patah—seperti saat ini. Tiba kala aku menyadari bahwa terkadang manusia sanggup memikul yang besar tetapi untuk itu, kita membutuhkan dukungan kecil. Aku terlalu sering mengabaikan kenyataan bahwa sedikit dorongan dari seseorang sungguh aku perlukan untuk menggenapi keberanian yang susah payah kukumpulkan. Aku ternyata tidak selalu sanggup menegakkan badanku. Aku bahkan tidak sekuat itu untuk tidak menginginkan seseorang mengelus punggung dan menghiburku.

13 Feb 2018

RUANG

source: londonist.com
These four walls, will you tell me the name?

Dengan apa kita menyebut ruang di antara kita? Dibangun dengan material apa ruang itu? Berapa panjang dan lebarnya? Berapa tinggi langit-langit dari lantainya? Berapa luasnya? Sekokoh apa rancang fondasinya? Berapakah jumlah pintu, jendela, dan ventilasinya? Udara apa yang menyelimutinya? Apa saja perabot yang ada di dalamnya? Apa fungsi ruangan itu? Lalu, dengan apa kau menamainya?

24 Jan 2018

DAYS OF BADR AND UHUD

source: ukht rimzy
“Akan ada hari badar dan hari uhud bagimu—hari untukmu dan hari yang melawanmu. Bertahanlah di antara kesabaran dan kesyukuran.”

Saya baru saja mengikuti training CIA Review Course, sebuah training untuk persiapan ujian sertifikasi Certified Internal Auditor (CIA). Sebelumnya kantor mengadakan seleksi untuk mendapatkan 20 peserta yang akan mengikuti training ini dan Alhamdulillah saya lolos. Jangan dikira ini adalah sesuatu yang terduga sebelumnya. Sejak memasuki ruang seleksi, saya sudah bisa menebak nama-nama yang akan lolos berkat kemampuan mereka yang termasyhur ke seluruh penjuru kantor. “Ah, orang-orang ini ada di ruangan yang sama dengan saya. Sekeras apapun saya belajar, saya tidak akan lolos.” Pikir saya kala itu. Lagipula persiapan saya sangat minim. Saya pun mengerjakan soal dengan mentalitas nothing to lose. Mungkin ciutnya mental saya dapat digambarkan seperti gentarnya kaum muslimin tatkala datang ke perang badar. Tiga ratus tiga belas orang dengan perlengkapan seadanya melawan seribu orang dengan persenjataan lengkap? Yang benar saja. Bedanya saat itu kaum yang dipimpin Nabi Muhammad itu optimis akan datangnya bantuan dari Allah sedangkan saya sibuk mengerdilkan diri saya sendiri. Tetapi apa sih yang nggak mungkin kalau Allah berkehendak?

20 Jan 2018

JAKET PARKA

source: weheartit.com
It took me a long time to realize that, when Allah has decided something for me, verily I am strong enough for that.

Beberapa waktu yang lalu, menyadari suhu ruang kerja yang semakin menggigit akibat perpaduan AC dan hujan yang rintik di luar, saya memutuskan untuk membeli jaket parka. Sebagian besar jaket saya memang sengaja saya tinggal di rumah sewaktu hendak berangkat kuliah di Lampung sementara jaket yang tersisa di Jakarta bukanlah jaket yang cukup tebal untuk melawan dingin. Ini adalah kali pertama saya membeli jaket parka. Pikiran saya pun melayang mundur ke tiga tahun yang lalu di sebuah pagi yang dingin. Saya melihat seorang teman, yang biasanya cukup cuek soal penampilan, memakai jaket parka nan cantik.

10 Jan 2018

KEIKHLASAN DALAM BEKERJA

source: freepik.com
Seorang teman bercerita kepada saya: “Duh im, gue mau nambah ilmu dulu terus resign deh. Pekerjaan gue sebagian besar administratif banget. Ilmu gue yang ini nggak berkembang. Sayang banget kayanya.”. Teman saya ini memang memiliki keahlian di sebuah bidang dengan level yang cukup tinggi. Sebagai orang yang mengenali usaha, kemampuan, dan juga pekerjaannya, saya memahami perasaannya. Kegelisahannya yang terpancar di wajahnya adalah sesuatu yang saya mengerti tanpa perlu penjelasan lebih lanjut darinya. Saya pun menarik napas panjang terhanyut pada pergulatan pikiran saya sendiri. 

3 Jan 2018

DI BALIK LAYAR HOT CHOCOLATE, COLD REALITY, AND WARM YOU

source: weheartit.com
Aloha! Jadi bagaimana perasaan kalian setelah membaca cerita bersambung “Hot Chocolate, Cold Reality, and Warm You?”. Saya tahu saya tidak bisa membuat ending yang menyenangkan semua pihak (some of my friends are #teamKea and I understand their feeling so well *uhuk saya barusan selesai membaca Antologi Rasa dan mlongo karena  akhirnya Keara bukan sama Ruly. Huaaa.). And I’m here to write some notes about what are in my mind around that Kinan-centered story :D
Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .