Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

29 Sep 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL DARA: DARA’S CHOICE

“Udah jangan sedih. Nanti di Jakarta sering-sering aja nelpon rumah nggih, Mbak Dara.” Arga berbisik kemudian mendorong tas di punggungku perlahan supaya aku melangkah memasuki stasiun. “Pak, Bu, nyuwun doa pangestunipun nggih.” Arga membungkukkan badannya kemudian menyusulku yang berdiri beberapa langkah di depannya. Dia mengambil tiket di tanganku sembari tersenyum menghibur. Diulurkannya dua lembar kertas itu kepada petugas kemudian dia berbalik arah melambaikan tangan kepada orang tua kami yang sama-sama berdiri dengan tatapan sendu. Suasana hatiku bak sebuah desa yang diterjang banjir bandang tetapi tatapan tenang Arga mengubah banjir itu menjadi sungai yang mengalir perlahan mengairi setiap sawah di desa itu. Kau ingin tahu kapan pertama kalinya aku menyadari betapa menyenangkannya berada di samping Arga?

1 Sep 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL CHAPTER: BIMA’S JOURNEY
source: pixabay.com

Aku baru saja selesai mengoreksi hasil UTS ketika jam dinding menunjukkan hampir pukul 10 malam. Kututup laptop yang sudah menyala sejak pagi ini sebelum meraih tas punggungku. Langkahku menyusuri lorong FISIP terhenti melihat seseorang masih mengemasi barang-barang yang akan dibawa untuk bakti sosial besok. Di mana Faqih? Kenapa dia membiarkan seorang perempuan sendirian di sekre HIMA semalam ini? Aku berniat mengetuk pintu dan menyuruhnya pulang tetapi kuurungkan niat itu sebab melihatnya tersenyum melakukan pekerjaan itu.

23 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL CHAPTER: ARGA’S DIARY


“Arga, aku Dara, kelas IPA 1. Kita sama-sama keterima di FISIP Dharma Bangsa. Nanti pas berangkat ke Jakarta, boleh bareng ya.”

Aku mengalihkan pandanganku dari buku yang sedang kuselami halaman-halamannya. Seorang gadis yang berasal dari kelas sebelah menyapaku lirih di perpustakaan sekolah. Ini pertama kalinya seorang perempuan tidak terdengar kaku ketika berbicara pertama kali denganku. Kualihkan kembali pandanganku ke buku sembari mengangguk. Berbincang dengan berbatas buku di kemudian hari menjadi kebiasaan di antara aku dan Dara. Dia akan bercerita tentang banyak hal dan aku mendengarkannya sembari membaca buku. Bertahun-tahun, dia seolah menerima kenyataan bahwa buku adalah hal yang tidak akan aku tinggalkan meskipun dia sedang berada di hadapanku. Awalnya aku melakukan kebiasaan ini untuk mengurangi kecanggungan karena tidak terbiasa berinteraksi panjang lebar dengan seorang perempuan. Pada akhirnya, kebiasaan ini menjadi sesuatu yang membantuku merahasiakan perasaan yang tembus pandang bagi siapapun yang memperhatikanku lekat. Dara tidak pernah menyadari ekspresi semacam apa yang muncul di wajahku setiap kali dia datang dan bercerita. Dahulu aku mensyukurinya tetapi siapa sangka di kemudian hari aku menyesalinya.

21 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 8: OUT OF THE KINDNESS OF YOUR HEART
source: pixabay.com
“Dara, aku nggak bermaksud menggarami luka tapi ini kan udah setahun. Apa kamu nggak berniat deket sama siapa gitu? Perlu aku kenalin ke seseorang yang pinter dan sopan?” Perempuan yang mengajak Dara makan siang bersama bertanya.

Dara menggeleng. Di usianya yang sekarang, semua orang seakan-akan hanya gemar membicarakan satu topik saja: pernikahan. Sayangnya topik ini sungguh ingin dihindarinya.

“Nanti juga ketemu sendiri kok, Rin.” Suara Dara terdengar pasrah.

16 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

PART 7: CALL IT A DAY

source: pixabay.com

Di tengah perpustakan yang cukup padat siang itu, Bima melangkah menuju meja di sudut ruangan baca. Matanya menangkap sosok yang dicarinya sedang membalik halaman buku seolah tidak terusik dengan derap langkah kaki yang mendekat.

“Tadi Dara di sini cuma sekarang dia lagi ngurusin legalisasi ijazahnya.” Arga menutup buku yang dibacanya begitu menyadari seseorang yang setengah jam yang lalu memintanya tetap berada di perpustakaan kini berdiri di sampingnya.

“She Walks in Beauty...” Bima mengucapkan judul puisi favorit Arga tanpa berbasa-basi terlebih dahulu. Udara di sekeliling mendadak menjadi pekat sampai-sampai Arga merasa sulit bernafas, “...bukan untuk seorang perempuan yang kamu nggak punya perasaan apa-apa kepadanya.” Bima meletakkan DASA Post di tangannya ke meja bersama ponsel yang layarnya menampilkan laman puisi karya Lord Byron itu. “Puisi ini soal Dara kan?”

30 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

PART 6: BARE MY HEART 
source: pixabay.com
“Congratulations for finally graduated, Miss Dara Maheswari, S.I.P.” Bima mengulurkan buket bunga mawar yang dibawanya. “Selamat nggih Pak, Bu, putrinya sudah lulus. Saya tahu Dara berusaha sangat keras untuk bisa membanggakan Bapak, Ibu.” Senyum di wajahnya tidak kalah dari senyum bangga di wajah orang tua Dara.

“Wah, Nak Bima, matur nuwun lho sudah banyak bantuin Dara. Ngrepoti banget nggih Dara niki.” Ibu Dara mengusap-usap kebayanya bersiap-bersiap akan berfoto. “Ayo Mas Bima, ikut foto.”

Bima menatap seseorang di hadapannya dengan tatapan menunggu konfirmasi apakah dirinya diperbolehkan ikut berfoto.

25 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

 PART 5: HANG IN THERE
source: pixabay.com
“Sausnya mau seberapa, Dar?” Bima dengan botol saus di tangannya bersiap menuangkan isinya ke piring Dara. Mereka sedang berada di kantin FISIP seusai Dara mengikuti gladi wisuda.

“Aku nggak pakai saus, Mas.” Dara menggeleng.

“Dari lahir?” Bima mengerutkan kening. Dara tertawa sembari menggeleng lagi.

“Sejak Arga bilang dia nggak pernah makan saus sambil ceramah soal kesehatan. Abis itu aku kebiasaan nggak pernah pakai saus, Mas.”

15 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 4: THROUGH THICK AND THIN
source: pixabay.com
“Selamat pagi, semuanya. Saya Bima, moderator seminar hari ini. Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah memenuhi ruang ini. Saya bisa melihat kayanya banyak yang belum dapet kursi ya di belakang sana. Tenang panitia kami sedang berusaha mencarikan kursi tambahan. Nggak perlu sampai ngambil kursi pemerintahan kan ini walau sebanyak ini yang belum dapet kursi?” Suara renyah Bima disambut tawa riuh peserta seminar. “Indonesia bangga buat generasi muda seperti kita. Tepuk tangan dong buat semangat kita hari ini.” Bima mengajak akan bertepuk tangan. Senyumnya mengembang ketika dia menyapu pandangan ke seluruh ruangan. “Your attendance is highly appreciated.” Kalimat itu seolah ditujukan oleh semua peserta tetapi Bima hanya menatap satu orang saja.

7 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 3: HEAD OVER HEELS
source: pixabay.com
“Sorry ya Mas, terakhir kita ketemu aku buru-buru masuk kelas. Oh ya, ada apa ya sama Dara?” Suara Arga menyambut kedatangan Mas Bima di perpustakaan siang itu.

“Iya. Nggak apa-apa, Ga. Pantesan jalannya buru-buru. Aku sempet lihat kamu sama Dara waktu itu. Kalian sahabatan udah lama banget ya keliatan akrab banget gitu.” Bima mengambil kursi di seberang Arga dan mulai membuka laptop.

3 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 2: BLESSING IN DISGUISE
source: pixabay.com
“Hello, selamat malam, sobat DASA, berjumpa lagi dengan Naura Raya di acara Lima Kisah. Mulai dari pukul 10 malam hingga satu jam ke depan, Naura akan membacakan 5 cerita inspiratif yang sudah dikirimkan oleh para pendengar. Untuk rekan-rekan Dharma Bangsa yang saat ini sedang UAS, semoga kisah pertama ini akan menyemangati perjuangan kita....” suara Naura Rayadinata, perempuan yang dilihat Dara sore ini menggema di kamar kosnya. Biasanya dia gemar mendengarkan radio kampusnya, DASA Radio, terlebih program Lima Kisah yang menjadi salah satu acara favorit radio tersebut. Tetapi kini mendengarkan suara renyah Naura memiliki efek yang berbeda. Terpilih menjadi penyiar acara malam sebab suaranya yang dianggap menenangkan, suara lembut itu malam ini tidak terdengar ramah di telinga Dara.   

26 Jun 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 1: CROSSED YOUR PATH
source: pixabay.com
Ga, msh di kosan? Ke kosanku bentar sih ambilin buku etika komunikasi di meja. Bilang aja sama bu kos buat bukain kamarku :)

Pasrah spt biasa kl disuruh. Bntr ya Dar. Haha

Ditunggu di kantin fisip ya. Thx Ga. 

Pesan yang diterimanya setengah jam lalu membawanya di hadapan Dara, perempuan yang kini tersenyum girang. Arga menarik nafas panjang seolah perjalanan dari kosan ke kampus dengan diburu-buru sangat melelahkan baginya. Dia menyeka peluh di dahi bersama irama nafas yang tidak beraturan.

16 May 2018

THE LONELY SOULS

source: pixabay.com
“But if I can tell you one secret about her, she hates being alone. She felt lonely for most of the time--sometimes she came to me and did her things beside me just because she hates loneliness that much.” Her friend said.

Now he knows why she always slept on the couch when he came back home. Even when she never makes it clear, waiting for him, which she said was nothing, made her knows she has someone to be with.

20 Mar 2018

THE SECOND BITE OF THE CHERRY

source: pixabay.com
I don't know how long I have been standing here, outside a restaurant somebody mentioned through a short message a week ago. I was excited waiting for this day until I am seeing this somebody is sitting calmly after washing his hands as if he will eat something soon. But that table is empty as if he’s waiting for someone to sit across him. And I perfectly know he’s waiting for me who unknowingly knocked by the reality I have been denied for so long: I always miss him. It has been years since I waited for this opportunity but when it came in front of me, my knees trembled frantically.

13 Feb 2018

RUANG

source: londonist.com
These four walls, will you tell me the name?

Dengan apa kita menyebut ruang di antara kita? Dibangun dengan material apa ruang itu? Berapa panjang dan lebarnya? Berapa tinggi langit-langit dari lantainya? Berapa luasnya? Sekokoh apa rancang fondasinya? Berapakah jumlah pintu, jendela, dan ventilasinya? Udara apa yang menyelimutinya? Apa saja perabot yang ada di dalamnya? Apa fungsi ruangan itu? Lalu, dengan apa kau menamainya?

28 Dec 2017

HOT CHOCOLATE, COLD REALITY, AND WARM YOU

PART 3: THE SURPRISINGLY WARM YOU
source: pinterest.com
“Kinan?” Airlangga menghentikan langkahnya di dekat Kinan.

Kinan yang sedang memperhatikan sambutan mengalihkan pandangannya ke arah suara yang begitu dikenalnya. Berdiri di sampingnya kini pria yang dulu selalu duduk di sampingnya membawa senyum yang begitu dia kenal. He is seriously standing here or I’m just hallucinating?

“Media partner?”

Kinan mengangguk. “Lo?”

“Sekarang kan gue kerja di sini. Lupa?”

27 Dec 2017

HOT CHOCOLATE, COLD REALITY, AND WARM YOU

PART 2: THE COLD REALITY STILL SURPRISE ME A LOT
source: carolinachaves.deviantart.com
“Jadi hari minggu besok reporter sama redaktur pada liputan semua dan aku disuruh Pak Jaya ngeliput pertunjukan teater yang kita jadi media partnernya. Boleh minta detail acaranya Nan?” Mas Satya menjelaskan alasan dia berada di depan pintu divisi ini.

“Oh iya, Mas. Sebentar ya aku ambilin proposalnya.”

Kinan bergegas menuju mejanya mengambil proposal yang dimaksud. Airlangga telah kembali sibuk mengetik.

“Ini Mas.” Kinan mengulurkan dokumen yang dimaksud. “Jarang banget kayanya editor sampai harus turun liputan.”

21 Dec 2017

BIASA SAJA

source: comedy.co.uk
Aku telah mengenalmu demikian lama meski tidak pernah benar-benar dekat. Detak jantungku berjalan ritmis sekalipun melihatmu tersenyum dari kejauhan maupun ketika kita berhadap-hadapan. Darahku bergerak dengan kecepatan yang sama saat kau tengah bercerita padaku atau saat aku tak mengetahui ceritamu. Aku bernapas dengan normal tatkala kau melambaikan tangan atau tatkala kau tidak menyadari keberadaanku. Semua baik-baik saja apapun keputusan yang sengaja maupun tak sengaja kau ambil terhadapku.

14 Dec 2017

HOT CHOCOLATE, COLD REALITY, AND WARM YOU

Part 1: Hot Chocolate Surprise 
source: freepik.com
Sebuah cup putih berisi coklat hangat dengan label namanya tergeletak manis di meja. Kinan menengok ke seluruh penjuru ruangan kerjanya barangkali menemukan sosok yang membawa minuman favoritnya itu ke sini.

“Kenapa, Nan?” Kedatangan Airlangga mengagetkannya.

Dia menoleh ke arah teman sedivisi yang kini berdiri di belakangnya. Tak seperti biasanya, Airlangga tampak sedikit berantakan seolah dia berlari kencang menuju kantor. Ada bercak cokelat di kemeja putihnya. Dia tersenyum sebab merasa berhasil menemukan sosok yang membuatnya penasaran.

“Do you join 'run to work' campaign or what? And why your shirt got stained?” Kinan menunjuk bercak kecil berwarna cokelat. Dalam hati dia tertawa kecil menyadari Airlangga yang selama ini terkesan cuek menunjukkan sisi lain kepadanya.

18 Aug 2017

TENTANG DOA YANG MEMANDANGMU

source: theislamicemailcircle.com
“Jadi apa doa yang sering kau ucapkan?”

“Ya Allah, jauhkan aku dari cinta yang tidak mendekatkanku pada-Mu.” Kau bertutur tenang seolah telah begitu kerap melafalkannya.

Pagi itu terasa demikian hening di telinga. Hatiku sesak sekalipun pikiran tengah tersenyum. Aku seharusnya senang bukan sebab tak perlu melihatmu mencuri pandang pada seseorang atau bergerak mendekatinya? Aku semestinya berbahagia kau menceritakan rindu melalui doa, bukan melalui senyum malu-malu ketika berhadapan dengan seseorang yang dimaksud. Tetapi entah mengapa aku tak putus bertanya-tanya.

9 Jul 2017

SUATU SORE BERSAMAMU

source: pinterest.com
Suatu sore bersamamu, aku menikmati angin yang tak terlalu sibuk berlalu-lalang. Dedaunan meliuk perlahan mengikuti irama angin yang berjingkat lambat. Suara gemerisik daun-daun yang saling bertegur sapa dan berjabat tangan berpadu dalam akapela. Suatu sore itu langit berwarna jingga dan pipimu memantulkan warnanya.
Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .