Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

16 Mar 2019

BIASA SAJA (2)


source: railroadphotosbypanos.net

Dan hari-hari pun berjalan dengan lumrah bersama ketakjuban bagaimana bisa aku menerima apapun yang kau lakukan dengan biasa saja. Aku yakin kau menanggapi perjumpaan-perjumpaan tak sengaja kita sebagai hal yang biasa. Aku tahu engkau menanggapi cerita-cerita kecil di antara kita dengan biasa saja. Aku, lebih dari siapapun, mengetahui betapa biasanya segala sesuatu di tengah-tengah kita.

18 Feb 2019

LIMA KISAH

PART 7: ABBERANT DECODING
source: trackblasters.com
“Madhaaa.” Kepala Naura muncul dari balik pintu. Sosok yang dicarinya tidak terlihat ada di tempat duduknya biasa meski laptop hitamnya berada di meja. Naura melangkah perlahan mendekat. Madha tertidur di 3 kursi yang dirapatkan. Badannya meringkuk agar deretan kursi yang tidak terlalu panjang itu bisa memuat dirinya yang tertidur lelap. Naura berhenti di dekat kursi kemudian melirik layar laptop yang masih menyala. Dia baru saja tertidur, gumamnya. Naura pun kembali ke studio radio dan menunggu sampai waktu siarannya tiba. Di tanggal 22 Desember 2011 itu, surat-surat yang akan dibacanya bertema ibu. Semula untuk mengurangi resahnya dia ingin mengganggu Madha yang biasanya sedang coding tetapi hari itu sahabatnya itu justru tertidur.

27 Jan 2019

LIMA KISAH


PART 6: THE LITTLE WORLD WE SHARED
source: trackblasters.com
“Nau...” Bima menahan Naura melanjutkan obrolan mereka kemudian mengarahkan dagunya ke arah tirai yang baru saja disibak seseorang. Mata Naura mengikuti arah yang dimaksud.

“Lho kok di sini?” Naura spontan bertanya.

“Aku juga panitia. Humpubdok. Hari ini bener rapat gabungan pertama kan ya?” Bima dan Naura sama-sama mengangguk. Madha berjalan mendekat kemudian ikut duduk lesehan bersama Bima dan Naura di ruang kecil yang disekat khusus untuk digunakan seksi Humpubdok, singkatan dari Humas, Publikasi, dan Dokumentasi, sebuah bidang di kepanitiaan Peringatan 25 tahun universitas mereka itu. “Kamu pasti hasil close recruitment ya ya makanya kita nggak ketemu pas wawancara. Aku wawancara bareng Bima waktu itu.” Madha menjelaskan. Close recruitment adalah mekanisme rekrutmen panitia secara tertutup. Naura ditunjuk secara langsung oleh ketua bidang Humpukdok untuk ikut menjadi panitia tanpa melalui proses wawancara. Naura mengangkat alisnya ke arah Bima mempertanyakan bagaimana bisa dia tidak bercerita kalau dia sudah mengenal Madha.

2 Jan 2019

LIMA KISAH

PART 5: HIGH HEELS
Naura tidak tahu mana yang sekarang sedang mengganggu pikirannya: kenyataan bahwa Galen refleks menghindar jauh ketika Naura ingin mendengar detak jantungnya atau kenyataan bahwa detak jantung Madha terdengar begitu keras saat dia mendekat. Baik mengetahui maupun tidak mengetahui ternyata sama rumitnya. Masalahnya juga tidak sesederhana itu: sepertinya yang dia katakan sebelumnya, bagaimana menerjemahkan detak jantung? Jantung berdetak kencang tidak melulu secara spesifik ekuivalen dengan perasaan tertentu. It doesn’t even necessarily related to affection. Terlebih bagi Madha yang selama ini tidak memiliki teman perempuan. How if he was just flustered because never a woman came that close? Soal Galen, jangankan soal apa arti denyut jantungnya, Naura bahkan tak pernah mendengar denyut itu dari jarak yang memungkinkannya untuk mendengar. Jika pun sudah mendengar, dia juga tidak bisa serta merta memaknainya. Jelas ini membingungkan. Bagi diri seseorang berusia 19 tahun, hal yang terdengar remeh bagi orang-orang dewasa itu sudah cukup membuatnya sulit tertidur malam ini. Lebih penting dari detak jantung orang lain, bagaimana dengan detak jantungnya sendiri? Denyut semacam apa yang dimiliki jantungnya ketika bersama Madha maupun Galen?

28 Dec 2018

LIMA KISAH

PART #4: HEARTBEAT
source: trackblasters.com
“Hmmm hmmm hmmm hmmmm.” Naura bergumam lirih. You're the one who makes me happy when everything else turns to grey1

“Lagu apa sih, Nau?” Galen yang baru saja datang menatap Naura yang sedang serius menulis script untuk siaran.

Menyadari Naura tidak mendengar ucapannya, Galen yang duduk agak jauh bergeser mendekat mengambil earphone sebelah kiri perempuan itu kemudian memasangnya di telinga kirinya. Naura sontak menoleh ke arah seseorang yang mengambil earphone-nya itu.

17 Dec 2018

LIMA KISAH

PART 3: FRIENDS
source: trackblasters.com
“Saya Madhara Hadinata. Panggil aja Madha.” Pria yang berdiri di sebelah Naura memperkenalkan dirinya.

“Mada? Gajah Mada? Yang nama sumpahnya jadi nama satelit telekomunikasi pertama di Indonesia?”  Naura melempar candaan.

“Beda. Madha pake 'H'.” Madha meralat Naura seolah meralat adalah hobinya. Naura hanya tertawa yang terdengar tanpa suara di tengah riuh hujan.

“Semua anak ilkom tuh seserius ini ya?” Naura memperhatikan reaksi seseorang yang memegangi payungnya saat ini. Pria yang tangan kanannya memeluk tas punggungnya itu hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah Naura.

8 Dec 2018

LIMA KISAH

PART 2: PRIA TAK BERKAUS KAKI
source: trackblasters.com 
(28 Januari 2011)

“Ah, aku lupa pake kaos kaki.” Pria berkemeja batik itu berbicara lirih kepada temannya.

Naura yang sedang serius membaca script siaran di ruang tunggu DASA Radio mau tak mau melirik ke arah kaki pria yang duduk di seberangnya itu. Actually he looked fine without socks. Naura bergumam dalam hati kemudian kembali mempelajari lembar-lembar kertas di tangannya.

“Cuma wawancara radio kali, Len.” Jawab pria yang duduk di sebelahnya. Keduanya sama-sama memakai batik dengan bawahan celana jeans dan sneakers. Bedanya pria yang kali ini berbicara memakai kaos kaki. Mereka pun mengobrol ke sana ke mari--sebagian besar tentang materi kuliah akuntansi. Mereka menertawakan soal yang tidak selesai mereka kerjakan, jawaban yang berbeda dan tidak bisa mereka yakini mana yang benar, dan segala obrolan yang asing bagi Naura. Dari cara mereka tertawa bersama saja siapapun dapat langsung menyadari betapa akrabnya mereka.

“Mas Galen, Mas Faris,” Ayu, penyiar DASA Radio yang muncul dari dalam studio menyapa kedua pria yang baru beberapa menit yang lalu membahas kaos kaki itu. “Boleh masuk dulu.  Setengah jam lagi kita on air ya.” Ayu mempersilahkan dengan senyum ramahnya. Dia menoleh begitu menyadari rekan penyiarnya juga ada di ruang tunggu tersebut.

25 Nov 2018

LIMA KISAH


PART 1: YESTERDAY ONCE MORE
source: trackblasters.com 
Jarum jam di tanganku telah menunjukkan pukul 09:45 malam. Untuk mengusir kantuk yang mendera seusai seharian bekerja, aku menyalakan mp3 player di mobilku. Hanya ada beberapa lagu di playlist itu. Di antara beberapa lagu itu, ada satu lagu yang selalu aku putar berkali-kali setiap aku menyetir. Pikiranku malam ini melayang mundur ke masa aku secara tak sengaja mendengarkan lagu ini kemudian menjadikannya lagu kesukaanku sampai saat ini.

Those old melodies still sound so good to me as they melt the years away”

29 Sep 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL DARA: DARA’S CHOICE

“Udah jangan sedih. Nanti di Jakarta sering-sering aja nelpon rumah nggih, Mbak Dara.” Arga berbisik kemudian mendorong tas di punggungku perlahan supaya aku melangkah memasuki stasiun. “Pak, Bu, nyuwun doa pangestunipun nggih.” Arga membungkukkan badannya kemudian menyusulku yang berdiri beberapa langkah di depannya. Dia mengambil tiket di tanganku sembari tersenyum menghibur. Diulurkannya dua lembar kertas itu kepada petugas kemudian dia berbalik arah melambaikan tangan kepada orang tua kami yang sama-sama berdiri dengan tatapan sendu. Suasana hatiku bak sebuah desa yang diterjang banjir bandang tetapi tatapan tenang Arga mengubah banjir itu menjadi sungai yang mengalir perlahan mengairi setiap sawah di desa itu. Kau ingin tahu kapan pertama kalinya aku menyadari betapa menyenangkannya berada di samping Arga?

1 Sep 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL CHAPTER: BIMA’S JOURNEY
source: pixabay.com

Aku baru saja selesai mengoreksi hasil UTS ketika jam dinding menunjukkan hampir pukul 10 malam. Kututup laptop yang sudah menyala sejak pagi ini sebelum meraih tas punggungku. Langkahku menyusuri lorong FISIP terhenti melihat seseorang masih mengemasi barang-barang yang akan dibawa untuk bakti sosial besok. Di mana Faqih? Kenapa dia membiarkan seorang perempuan sendirian di sekre HIMA semalam ini? Aku berniat mengetuk pintu dan menyuruhnya pulang tetapi kuurungkan niat itu sebab melihatnya tersenyum melakukan pekerjaan itu.

23 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL CHAPTER: ARGA’S DIARY


“Arga, aku Dara, kelas IPA 1. Kita sama-sama keterima di FISIP Dharma Bangsa. Nanti pas berangkat ke Jakarta, boleh bareng ya.”

Aku mengalihkan pandanganku dari buku yang sedang kuselami halaman-halamannya. Seorang gadis yang berasal dari kelas sebelah menyapaku lirih di perpustakaan sekolah. Ini pertama kalinya seorang perempuan tidak terdengar kaku ketika berbicara pertama kali denganku. Kualihkan kembali pandanganku ke buku sembari mengangguk. Berbincang dengan berbatas buku di kemudian hari menjadi kebiasaan di antara aku dan Dara. Dia akan bercerita tentang banyak hal dan aku mendengarkannya sembari membaca buku. Bertahun-tahun, dia seolah menerima kenyataan bahwa buku adalah hal yang tidak akan aku tinggalkan meskipun dia sedang berada di hadapanku. Awalnya aku melakukan kebiasaan ini untuk mengurangi kecanggungan karena tidak terbiasa berinteraksi panjang lebar dengan seorang perempuan. Pada akhirnya, kebiasaan ini menjadi sesuatu yang membantuku merahasiakan perasaan yang tembus pandang bagi siapapun yang memperhatikanku lekat. Dara tidak pernah menyadari ekspresi semacam apa yang muncul di wajahku setiap kali dia datang dan bercerita. Dahulu aku mensyukurinya tetapi siapa sangka di kemudian hari aku menyesalinya.

21 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 8: OUT OF THE KINDNESS OF YOUR HEART
source: pixabay.com
“Dara, aku nggak bermaksud menggarami luka tapi ini kan udah setahun. Apa kamu nggak berniat deket sama siapa gitu? Perlu aku kenalin ke seseorang yang pinter dan sopan?” Perempuan yang mengajak Dara makan siang bersama bertanya.

Dara menggeleng. Di usianya yang sekarang, semua orang seakan-akan hanya gemar membicarakan satu topik saja: pernikahan. Sayangnya topik ini sungguh ingin dihindarinya.

“Nanti juga ketemu sendiri kok, Rin.” Suara Dara terdengar pasrah.

16 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

PART 7: CALL IT A DAY

source: pixabay.com

Di tengah perpustakan yang cukup padat siang itu, Bima melangkah menuju meja di sudut ruangan baca. Matanya menangkap sosok yang dicarinya sedang membalik halaman buku seolah tidak terusik dengan derap langkah kaki yang mendekat.

“Tadi Dara di sini cuma sekarang dia lagi ngurusin legalisasi ijazahnya.” Arga menutup buku yang dibacanya begitu menyadari seseorang yang setengah jam yang lalu memintanya tetap berada di perpustakaan kini berdiri di sampingnya.

“She Walks in Beauty...” Bima mengucapkan judul puisi favorit Arga tanpa berbasa-basi terlebih dahulu. Udara di sekeliling mendadak menjadi pekat sampai-sampai Arga merasa sulit bernafas, “...bukan untuk seorang perempuan yang kamu nggak punya perasaan apa-apa kepadanya.” Bima meletakkan DASA Post di tangannya ke meja bersama ponsel yang layarnya menampilkan laman puisi karya Lord Byron itu. “Puisi ini soal Dara kan?”

30 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

PART 6: BARE MY HEART 
source: pixabay.com
“Congratulations for finally graduated, Miss Dara Maheswari, S.I.P.” Bima mengulurkan buket bunga mawar yang dibawanya. “Selamat nggih Pak, Bu, putrinya sudah lulus. Saya tahu Dara berusaha sangat keras untuk bisa membanggakan Bapak, Ibu.” Senyum di wajahnya tidak kalah dari senyum bangga di wajah orang tua Dara.

“Wah, Nak Bima, matur nuwun lho sudah banyak bantuin Dara. Ngrepoti banget nggih Dara niki.” Ibu Dara mengusap-usap kebayanya bersiap-bersiap akan berfoto. “Ayo Mas Bima, ikut foto.”

Bima menatap seseorang di hadapannya dengan tatapan menunggu konfirmasi apakah dirinya diperbolehkan ikut berfoto.

25 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA

 PART 5: HANG IN THERE
source: pixabay.com
“Sausnya mau seberapa, Dar?” Bima dengan botol saus di tangannya bersiap menuangkan isinya ke piring Dara. Mereka sedang berada di kantin FISIP seusai Dara mengikuti gladi wisuda.

“Aku nggak pakai saus, Mas.” Dara menggeleng.

“Dari lahir?” Bima mengerutkan kening. Dara tertawa sembari menggeleng lagi.

“Sejak Arga bilang dia nggak pernah makan saus sambil ceramah soal kesehatan. Abis itu aku kebiasaan nggak pernah pakai saus, Mas.”

15 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 4: THROUGH THICK AND THIN
source: pixabay.com
“Selamat pagi, semuanya. Saya Bima, moderator seminar hari ini. Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah memenuhi ruang ini. Saya bisa melihat kayanya banyak yang belum dapet kursi ya di belakang sana. Tenang panitia kami sedang berusaha mencarikan kursi tambahan. Nggak perlu sampai ngambil kursi pemerintahan kan ini walau sebanyak ini yang belum dapet kursi?” Suara renyah Bima disambut tawa riuh peserta seminar. “Indonesia bangga buat generasi muda seperti kita. Tepuk tangan dong buat semangat kita hari ini.” Bima mengajak akan bertepuk tangan. Senyumnya mengembang ketika dia menyapu pandangan ke seluruh ruangan. “Your attendance is highly appreciated.” Kalimat itu seolah ditujukan oleh semua peserta tetapi Bima hanya menatap satu orang saja.

7 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 3: HEAD OVER HEELS
source: pixabay.com
“Sorry ya Mas, terakhir kita ketemu aku buru-buru masuk kelas. Oh ya, ada apa ya sama Dara?” Suara Arga menyambut kedatangan Mas Bima di perpustakaan siang itu.

“Iya. Nggak apa-apa, Ga. Pantesan jalannya buru-buru. Aku sempet lihat kamu sama Dara waktu itu. Kalian sahabatan udah lama banget ya keliatan akrab banget gitu.” Bima mengambil kursi di seberang Arga dan mulai membuka laptop.

3 Jul 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 2: BLESSING IN DISGUISE
source: pixabay.com
“Hello, selamat malam, sobat DASA, berjumpa lagi dengan Naura Raya di acara Lima Kisah. Mulai dari pukul 10 malam hingga satu jam ke depan, Naura akan membacakan 5 cerita inspiratif yang sudah dikirimkan oleh para pendengar. Untuk rekan-rekan Dharma Bangsa yang saat ini sedang UAS, semoga kisah pertama ini akan menyemangati perjuangan kita....” suara Naura Rayadinata, perempuan yang dilihat Dara sore ini menggema di kamar kosnya. Biasanya dia gemar mendengarkan radio kampusnya, DASA Radio, terlebih program Lima Kisah yang menjadi salah satu acara favorit radio tersebut. Tetapi kini mendengarkan suara renyah Naura memiliki efek yang berbeda. Terpilih menjadi penyiar acara malam sebab suaranya yang dianggap menenangkan, suara lembut itu malam ini tidak terdengar ramah di telinga Dara.   

26 Jun 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 1: CROSSED YOUR PATH
source: pixabay.com
Ga, msh di kosan? Ke kosanku bentar sih ambilin buku etika komunikasi di meja. Bilang aja sama bu kos buat bukain kamarku :)

Pasrah spt biasa kl disuruh. Bntr ya Dar. Haha

Ditunggu di kantin fisip ya. Thx Ga. 

Pesan yang diterimanya setengah jam lalu membawanya di hadapan Dara, perempuan yang kini tersenyum girang. Arga menarik nafas panjang seolah perjalanan dari kosan ke kampus dengan diburu-buru sangat melelahkan baginya. Dia menyeka peluh di dahi bersama irama nafas yang tidak beraturan.

16 May 2018

THE LONELY SOULS

source: pixabay.com
“But if I can tell you one secret about her, she hates being alone. She felt lonely for most of the time--sometimes she came to me and did her things beside me just because she hates loneliness that much.” Her friend said.

Now he knows why she always slept on the couch when he came back home. Even when she never makes it clear, waiting for him, which she said was nothing, made her knows she has someone to be with.
Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .