Showing posts with label curcol. Show all posts
Showing posts with label curcol. Show all posts

15 Dec 2014

MUHASABAH CINTA

“Tuhan, kuatkan aku. Lindungi ku dari putus asa”- Muhasabah Cinta, Edcoustic
(Just a random note)
 
Sabtu kemarin, saya mengikuti seleksi program transfer beasiswa S1 akuntansi UNS. Hari kamis sebelumnya, saya dan teman-teman sekantor yang mengikuti ujian ini berangkat ke Solo. Tak disangka saya malah sakit tepat sebelum berangkat. Dan sakit saya tambah parah sewaktu saya tiba di kota berslogan “The Spirit of Java” tersebut. Padahal saya yang belum melakukan persiapan ujian dengan belajar itu berharap bisa belajar ketika di Solo. Nyatanya saya justru hanya bisa istirahat penuh supaya di hari H saya tetap bisa mengikuti ujian.

“Tuhan, baru ku sadar indahnya nikmat sehat itu. Tak pandai aku bersyukur, kini ku harapkan cinta-Mu.”

9 May 2014

IMZ'S DIARY 09052014

Words might be sharper than a sword. So use jokes wisely please...
Saya yakin saya sedang tidak overly-sensitive ketika rasanya saya ingin sekali marah mendengar becandaan seseorang. Pada satu titik, kita tentu tidak ingin mendengar becandaan yang sama terucap berkali-kali. Yang sedang saya hadapi hari ini adalah orang yang mungkin menganggap sifat easy going saya melegalkan dia untuk bercanda terus-menerus ke saya. Ketahuilah bahwa secuek-cueknya orang pasti punya rasa marah. Saya tidak bisa terus-menerus membiarkan orang yang tidak mengerti batas antara bercanda dan melukai perasaan.

7 May 2014

QUARTERLIFE CRISIS

The quarterlife crisis is a period of life usually ranging from the late teens to the early thirties, in which a person begins to feel doubtful about their own lives, brought on by the stress of becoming an adult. (Wikipedia)
My current state: quarterlife crisis.

Pernah mendengar istilah quarterlife crisis? Saya sedang bersama dengannya *BGM: sad songs. Akhir-akhir ini perasaan saya seperti sedang menjadi penumpang rollercoaster dan saya tidak tahu persis penyebab intinya. Kemudian seorang teman berkata, "Mungkin kamu sedang mengalami quarterlife crisis, Im"

3 Apr 2014

CATATAN DIKLAT PENGAWASAN: DASAR-DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA (1)

I used to love politics so much.
I promise to write the complete material tomorrow so for today lemme trapped in the memories *tsaaah. Bahan ajar hari ini tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan negara. Yap, keuangan negara sendiri berarti semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, segala sesuatu baik berupa uang maupun barang yang dapat dijadikan milik negara. Dan kalau kita ngomongin keuangan negara, kita nggak bakal bisa jauh-jauhan sama trio UU 17/2003 (keuangan negara), UU 1/2004 (perbendaharaan negara), dan UU 15/2004 (pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara).

Sekarang, asas pengelolaan keuangan negara udah ada yang baru lho. Asas itu antara lain akuntanbilitas berorientasi hasil, profesionalitas, proporsionalitas, keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara, dan pemeriksaan yang bebas dan mandiri. Ruang lingkup keuangan negara sih masih sama yaitu hak negara (misal memungut pajak), kewajiban negara (misal menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara), penerimaan dan pengeluaran negara, penerimaan dan pengeluaran daerah, keyaan negara/daerah, dan kekayaan pihak lainnya.

Nah, balik lagi ke masalah trapped in the memories. Di kelas tadi, banyak diskusi yang berkedok keuangan negara padahal intinya sih soal ekonomi politik. Entah sejak kapan saya memutuskan untuk nggak “marah-marah” sendiri soal keadaan negara. I used to write about politics until I realized that I did nothing. Its not nothing at all actually, but I think its better for me start doing something. Saya memilih melakukan hal-hal kecil sebisa saya daripada terus-terusan komplain. LOL. Tapi jauh di dasar hati saya, saya masih iim yang dulu. Saya kesal hampir di setiap mendengar berita politik dan pada akhirnya saya memilih terlihat berubah. Hehe

2 Apr 2014

CATATAN DIKLAT PENGAWASAN: STANDAR AUDIT DAN LANDASAN TEORI AUDIT

Reports are the internal auditor's opportunity to get management's complete attention (Sawyer's Internal Auditing, 5th ed)
Sebenarnya materi standar audit diajarkan kemarin tetapi baru hari ini saya tulis di sini. Berhubung materinya tentang standar, saya nulisnya agak serius ya. Standar audit adalah standar yang membuat siapapun auditor yang melakukan audit akan menghasilkan mutu pekerjaan yang kualitasnya sama. Tujuan ditetapkannya standar adalah:

1. Menetapkan prinsip-prinsip dasar yang merepresentasikan praktik-praktik audit intern yang seharusnya
2. Menyediakan kerangka kerja pelaksaan dan peningkatan kegiatan audit intern yang memiliki nilai tambah
3. Menetapkan dasar-dasar pengukuran kinerja audit intern
4. Mempercepat perbaikan kegiatan operasi dan organisasi (APIP)
5. Menilai, mengarahkan, dan mendorong auditor untuk mencapai tujuan audit intern
6. Menjadi pedoman dalam penugasan audit intern
7. Menjadi dasar penilaian keberhasilan penugasan audit intern

Standar audit dibagi menjadi 4 bagian:

1. Prinsip-Prinsip Dasar (kode 1000)
1000- Visi, misi, tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab APIP harus dinyatakan secara tertulis dan disetujui pimpinan K/L/Pemda serta ditandatangani oleh pimpinan APIP sebagai piagam audit (audit charter)
1100- APIP dan kegiatan audit intern harus independen serta para auditornya harus objektif
1110- Pimpinan APIP bertanggung jawab kepada pimpinan K/L/Pemda agar tanggung jawab pelaksanaan audit dapat terpenuhi
1120- Auditor harus memiliki sikap yang netral dan tidak bias serta menghindari konflik kepentingan
1130- Jika independensi atau objektivitas terganggu, baik secara faktual maupun penampilan, gangguan tersebut dilaporkan kepada pimpinan APIP.
1120- Auditor harus mematuhi kode etik yang telah ditetapkan

1 Apr 2014

CATATAN DIKLAT PENGAWASAN: PROFESSIONAL JUDGEMENT

Seorang bendahara telah berusaha meminjam uang kepada atasannya dan tidak mendapat pinjaman untuk pengobatan anaknya. Dia meminjam uang kas kemudian seorang auditor melakukan opname kas dan menemukan kekurangan kas tersebut. Jika kita adalah auditor itu, apa yang akan kita lakukan?
Bu Raida is back, eh, I’m back :D
Materi hari ini adalah mengenai standar audit AAIPI (Asosiasi Auditor Internal Pemerintah Indonesia). Standar audit adalah ukuran mutu minimal untuk melakukan kegiatan audit. Kenapa standar ini dirumuskan? Karena APIP (aparat pengawas intern pemerintah) harus menjadi agen perubahan yang dapat memberi nilai tambah. Selain itu standar audit ini juga berfungsi menjaga mutu hasil audit internal. Nah, APIP yang efektif dapat terwujud jika didukung dengan auditor yang profesional dan kompeten dengan hasil audit yang berkualitas. Dari penjabaran panjang lebar di atas, kata nilai tambah sungguh menggugah pikiran saya. Apakah auditor telah bersungguh-sungguh melakukan usaha terbaik guna memberikan nilai tambah bagi auditee?

And actually I’m not into that standard material as I deeply into auditor’s judgement discussion. Bu Raida kembali menggedor-gedor nurani peserta diklat sebagai calon auditor. Kali ini dengan serentetan pertanyaan dan pernyataan yang membuat peserta diklat harus merenung dalam-dalam. The biggest thing today is her statement about professional judgement.

“Saya selalu katakan bahwa auditor seharusnya belajar komunikasi empati. Jangan menutup mata terhadap hal-hal baik.” Ujar Beliau

31 Mar 2014

IMZ'S DIARY 30032014

Napak tilas Bintaro membuat hatiku terselubungi haru biru
April 2009 dan Mei 2014 :)
Gara-gara semalem miss random (Dewi) nginep di kamar, saya harus tidur di bawah. LOL. Alasannya sederhana: kalau saya tidur di kasur bareng Dewi, pasti dia ngajak ngobrol sampe pagi. Giliran mau nyuruh dia yang tidur di lantai kok ya keliatannya saya kaya emak tiri yang jahat di sinetron. Pagi ini, setelah Dewi melanjutkan perjalanannya, saya (bareng Mbak Fit yang dengan baiknya menawarkan diri untuk menemani saya) bersiap-siap ke Bintaro. Sudah cukup lama saya berniat ngedatengin Nadira, bayinya Mbak Ria. Sekalian juga mau ngucapin selamat karena Mbak Ria diterima D4. Akhirnya kesampean juga ngejenguk Mbak Ria yang sekarang udah jadi mahasiswa (lagi) dan ibu. Oh yeah, grow up to be a cool lady as your mom, Nadira :-*
cepet sembuh batuknya Nadira :)
Setelah selesai ngobrol dengan Mbak Ria (dan dinasihatin buat nyari pacar *sob sob), saya nyusul Mbak Fit yang udah nungguin saya di Harmoni (swalayan, bukan Harmoni Jakarta Pusat, apalagi Harmoni lagunya Padi). Belanja di Harmoni, masih seperti dulu saat kuliah, terasa begitu menyenangkan. Sehabis menemukan yang kami cari, saya menyempatkan diri mampir ke kos psycho unnie, Mbak Ki. Saya membawakan Mbak Ki, Mas Ikhsan, dan Mas Adhi kado atas diterimanya mereka di D4. Hope they’ll like it :)

29 Mar 2014

CATATAN DIKLAT PENGAWASAN: BUKTI AUDIT, KKA, DAN LHA

“Nasib terbaik adalah leyeh-leyeh di kosan, yang kedua adalah pulang kampung meskipun kereta ternyata sedang bermasalah, dan yang terburuk adalah diklat di hari sabtu. Rasa-rasanya memang begitu. Beruntunglah mereka yang bersantai di kosan”
Hey, hey, I’m back J
Jika masih hidup, mungkin Soe Hok Gie dan filsuf Yunani akan marah karena saya mengadaptasi “nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan dst” menjadi bizarre quote di atas. Becanda. Diklat di hari sabtu juga menyenangkan kok. Mungkin setelah ini perlu ada peribahasa “tuntutlah ilmu meskipun weekend” *abaikan*. Sebenarnya quote di atas mau diisi dengan sesuatu yang lebih keren semisal “Auditing is about collecting evidence” tapi kok kayanya serius banget ya. Hihihihi. 

Setelah sebelumnya saya skip nulis catatan diklat, hari ini saya kembali sekalian membawa materi yang kemarin diajarkan. Dua hari ini diklat membahas 3 hal yang telah disebutkan di judul. Kita telah sampai pada materi tahap akhir audit. Seusai kita menyusun program kerja audit, saatnya kita mencari bukti audit di lapangan, menyusun kertas kerja audit, dan melaporkannya.

28 Mar 2014

IMZ'S DIARY 28032014

Fyuuh. After joined this institution, I lose my intentions one by one. No, I’m not blaming it as my bad luck. I feel so blessed to be here. I realized who am I before then now I can proudly say I’m part of this MoF. But…..
Hari ini saya berencana menulis catatan diklat pengawasan selanjutnya tetapi pikiran saya diganggu oleh pengumuman penerimaan DIV. Saya, sama seperti teman-teman angkatan saya yang lain, merasakan duka dalam karena belum boleh mendaftar DIV. Mumpung usia masih muda, kami tentu ingin segera melanjutkan kuliah. Apa daya, peraturan membuat kami tak bisa mendaftar DIV tahun ini. Untuk melanjutkan S1 kami juga perlu menunggu waktu yang tidak sebentar. Pada akhirnya, dalam keadaan seperti ini, saya mencoba sekuat tenaga untuk tenang. Klise, klasik, atau apapun namanya tapi saya percaya Tuhan punya rencana yang belum saya ketahui maksudnya sekarang.

Malam ini, saya kembali teringat resolusi tahun 2014. Ada satu mimpi yang jelas harus gugur: kuliah. Mimpi untuk melanjutkan kuliah tahun ini harus ditunda. Dreams, whatever they'll be ended, always beautiful. Yang kedua, saya juga pernah menulis ini sebelumnya: saya ingin jatuh hati. Its everybody’s dream to be in love rite? Capaian triwulan pertama masih 0%. Hihihi. Tenang, masih ada 9 bulan kan? #melototinkalender. 

27 Mar 2014

CATATAN DIKLAT PENGAWASAN: PKA DAN PELAKSANAAN AUDIT

                 Republik ini tak henti bermasalah
Jangan kaget kalau quote yang saya pakai lebih mirip orang habis diklat wawasan kebangsaan ketimbang diklat audit. Hihi. Quote itu diambil dari salah satu pengajar yang berbagi ilmu hari ini. Oh ya, sebenarnya hari ini-- karena beberapa hal--mood saya tidak terlalu bagus. Tetapi saya harus tetap melanjutkan diklat  dengan hati yang sedang rapuh ini #dramabanget. Baiklah, mari kita melanjutkan catatan diklat pengawasan edisi ke empat.
Materi pagi ini disampaikan oleh Bapak Andilo Tohom Tampubolon (BPKP). Hal yang paling penting untuk dicatat dari materi Beliau adalah: “Auditor tidak harus pulang dengan temuan. Jadi kalau memang tidak ada temuan ya jangan dibuat-buat”. Auditor bukan penulis skenario sinetron. Karena itu, jangan pernah mengarang temuan. Sesuai dengan filosofi di dunia hukum "Lebih baik membebaskan 1000 orang yang bersalah daripada menghukum 1 orang yang tidak bersalah", jadilah auditor yang membuat temuan hanya berdasar bukti yang akurat dan memadai. He taught us about Program Kerja Audit (PKA) too. PKA adalah rencana pelaksanaan audit untuk pengumpulan bukti yang diperlukan sesuai tujuan audit. PKA, he said, is a map for auditor.

26 Mar 2014

CATATAN DIKLAT PENGAWASAN: SPIP DAN TAHAPAN AUDIT

Work can be divided between the core job and controls done to improve results in the face of uncertainty (Matthew Leitch)
Hey, I’m back. Tumben banget quote yang saya pasang rada serius gitu #pencitraanbiarkeliatanpinter. Jangan bosen ya kalau selama diklat ini saya akan menulis tentang materi audit. Oh ya, sesi pagi ini diisi oleh Bu Raida dengan materi SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah). Bu Raida ini berasal dari unit yang dulu membuat semangat saya menjadi auditor berkobar seketika #malahcurcol. Waktu itu, saya berkesempatan mewawancarai Pak Sumarno untuk majalah Auditoria. Mungkin karena baru berkesempatan berbincang langsung sama pegawai unit itu saja, saya jadi nggak bisa membandingkan dengan unit lain. Jadi selalu dimungkinkan unit lain juga memiliki auditor yang sama atau lebih kece. From what i saw, they are the ideal version of the auditors. Saya ingat waktu mewawancarai Pak Sumarno, pandangan saya tiba-tiba berubah. Awal masuk ke kantor, saya berpikir bahwa auditor is just another good profession. But then I understand that in its ideal version, audit mengusung semangat yang sangat mulia. Hari ini saya bertemu dengan rekan dari Pak Sumarno, Bu Raida Sitorus.
Materi diisi dengan nggosipin COSO framework. Itu lho, nenek moyang dari segala aturan pengendalian internal. Konon ceritanya, COSO diterbitkan karena adanya praktik kecurangan di laporan keuangan perusahaan di Amerika. Muncullah kerangka kerja pengendalian internal terintegrasi yang populer dengan sebutan COSO. Kelima framework itu adalah:

25 Mar 2014

CATATAN DIKLAT PENGAWASAN: MANAJEMEN RISIKO

Setiap tujuan selalu memiliki minimal 1 risiko. Untuk sampai ke tujuan, beranilah menghadapinya.
Risk: possibility of something bad happening at some time in the future (Oxford dictionary)
Yuhuuuu, kembali lagi di catatan diklat pengawasan. Materi hari kedua adalah manajemen risiko. FYI, this phrase is very popular at my office, like seriously. Tentu ada alasan risiko jadi bahasan seharian yang membuat saya (lagi-lagi) harus menahan kantuk. Kita semua tahu bahwa risiko selalu berkaitan dengan hal yang belum terjadi, tidak diinginkan dan bersifat negatif. Lalu mengapa manajemen risiko ini ada? Karena kita tidak mungkin menunggu sesuatu itu terjadi dulu kemudian baru menyadari risiko semacam itu mengancam. Di dalam manajemen risiko, kita juga mengenal peribahasa mencegah lebih baik daripada mengobati *ceilee. Kita harus senangtiasa memperkecil kemungkinan risiko menghantui perjalanan kita.

Dengan keberadaan yang (hampir) absurd karena terkantuk-kantuk, tiba-tiba saya terpikirkan hal ini: khawatirlah pada jalan yang tidak beriringan dengan risiko, bisa jadi itu bukanlah sebuah perjalanan *abaikan. Hihi*. Kenyataannya risiko memang tidak bisa dihilangkan dari kehidupan kita, tetapi bisa diminimalisasi.

24 Mar 2014

CATATAN DIKLAT PENGAWASAN: KONSEP DASAR AUDIT

Setiap yang mempunyai tujuan membutuhkan audit
To be honest, until now I still wonder, how strong am I to stay sitting for days in the class. I always being so sleepy whenever I listen to the teacher and do nothing else. I think I’m a bad student TT.TT. That’s why, I need to write this diary to ensure myself that I, at least, know what the teacher said *run run*.

Secara text book, audit adalah penilaian sistematis dan objektif mengenai operasi/aktivitas guna menjamin tercapainya tujuan (efektif, efisien, ekonomis, taat peraturan, amannya asset, dan laporan pertanggungjawaban yang akurat). Audit memiliki beragam jenis seperti audit keuangan, audit kinerja, dan audit dengan tujuan tertentu. Tujuan akhir audit adalah tercapainya tujuan organisasi. Sebentar, bukan materi buku yang ingin saya tulis. Saya ingin menyederhanakan cara saya mengingat-ingat materi tentang audit ini.

Ketika kita menetapkan sebuah tujuan, akan selalu ada hambatan dan ada juga usaha yang kita lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Saran dari orang lain juga diperlukan sebagai petunjuk untuk meraih tujuan. Seperti itulah juga audit. Ketika sebuah perusahaan/instansi ingin mencapai tujuan organisasi: ada risiko, ada aktivitas untuk mengatasi risiko, serta ada audit sebagai pendapat professional untuk memastikan bahwa perusahaan akan mencapai tujuannya.

Misalnya, saya ingin pergi ke hatimu rumah teman saya. Akan ada hambatan seperti kehujanan, nyasar, dan macet. Kita melakukan tindakan agar kita tetap sampai ke tujuan dengan efektif salah satunya dengan berangkat lebih cepat. Ketika kita tersesat dan tak tahu arah jalan pulang *nyanyi, kita bisa menelepon teman kita untuk menanyakan arah yang harus kita tempuh. Hambatan adalah hal-hal yang membuat perusahaan tidak mencapai tujuannya/tercapai tetapi tidak efektif, efisien, ekonomis, taat aturan, dll. Sedangkan teman yang memberi tahu kita jalan layaknya auditor bagi perusahaan.

2 Mar 2014

StudentsXCEOs Summit 2014

Morning faces: Zizah, me, and Arsa
Sabtu kemarin (1 Maret 2014), saya berkesempatan mengikuti acara StudentsxCEOs mewakili Yafindo. Dengan motivasi sampingan ketemu brondong pengajar cakep, saya berangkat pagi-pagi ke stasiun Juanda dan membeli tiket jurusan Depok. Ternyata sekarang naik kereta pake kartu. Yeeeeyyy *telat banget *iya udah denger ceritanya dari dulu tapi tetep mlongo pas menjalani sendiri. (dan lebih telatnya lagi ternyata saya punya kartu flash BCA yang nggak pernah saya pakai dan bisa buat naik kereta). Saya juga ngira bakal desek-desekan di kereta jadi saya nggak bawa laptop karena takut kecopetan. Ternyata keretanya sepiiii. LOL. Kalau saya mau guling-gulingan di dalem kereta pun bisa.
penampakan kartu yang saya maksud. Kursi di depan saya kosooong. LOL

22 Feb 2014

SEJUMPUT GULA

Malam ini aku hampir tak percaya pada kabar yang diucapkan seorang sahabat padaku. Jika orang menamai ini kebetulan, aku lebih menganggapnya magnet bernama doa. Seseorang yang sahabatku idam-idamkan sejak lama memulai obrolan serius. Kakiku bergetar mendengarnya. Kisah seperti itu bukanlah semata-mata milik drama dan film. Sungguh Alloh tahu setiap harapan yang tersembunyi. Alloh tahu doamu dan doanya telah saatnya bersautan saling menjawab. Mataku sarat menahan air mata bahagia.

27 Jan 2014

ILOVEIT

If you keep wandering, one day you'll realize that your dreams are bigger than what you thought before.
Imz's Random Files No: 50863

Sejak kerja di bagian IT yang didominasi para jomblo, entah sengaja atau tidak kemampuan menggombal saya meningkat 1024%. 

"Kamu tahu teori jaringan? Nggak apa-apa kalau nggak tahu. Yang penting kamu tahu teori jaringan kamu dan aku"
"Perkembangan teknologi secepat aku ingin segera bertemu kamu"
"Aku perlu belajar ilmu database supaya bisa menyimpan rapi data tentang kamu di pikiranku"
"Seandainya dunia ini punya aplikasi yang bisa membaca hati kamu, aku nggak perlu menerka-nerka sekarang"
"Aku butuh cloud server karena pikiranku sudah tak cukup menyimpan setiap detailmu"
"Cukup kabel-kabel jaringan ini yang terlihat rumit, hati kita jangan"
"Untuk pertama kalinya aku ingin menjadi black hat; aku ingin menembus hatimu meskipun secara illegal"
<i> <b>i need to know you more</i> </b>

26 Jan 2014

SOMEDAY I’LL BE GOOD ENOUGH FOR YOU

Sometimes you wonder where on earth is someone you’re looking for hiding.
Kau tahu mengapa bumi begitu luas? Mungkin karena daratan dan lautan harus memisahkan sebelum mempertemukan dan memisahkan setelah mempertemukan. Jarak membiarkanku menerka arah di mana jejakmu terlukis di tanah. Sama seperti orang lain, aku jua ingin mengetahui akhir cerita. Maka aku terbelenggu pertanyaan tentang seberapa jauh kita terpisah dan seberapa lama lagi kita akan bersua.

3 Jan 2014

ANGKLUNG

Aku ingat waktu aku mengabarimu tak jadi pulang karena ada kegiatan, kau menjawab: “Rapopo Mbak ora mulih. Krungu suara Mbak Im wis ngekei aku kekuatan.”. Saya menutup telepon dengan suara baik-baik saja padahal hati saya bergetar kencang lalu kehilangan daya. Dia tidak pernah tahu saya menangis karenanya. Saya selalu bersikap kuat di depan orang lain, entah mengapa. Sampai sekarang saya masih berpikir bahwa saya memang tidak mahir menunjukkan perasaan saya kecuali lewat tulisan *self pukpuk.

13 Aug 2012

MENGAMEN DI MONAS

Minggu sore kemarin, 12 Agustus 2012, teman-teman baik saya di kelas waktu kuliah dulu mengajak buka bersama. Tetapi saya memilih melakukan agenda lain (sorry friends, kalian mendadak sih). Sudah lama, me and my good friend whose voice very good (definitely, she is runner up of STAN idol) berencana melakukan banyak hal gila, termasuk yang satu ini. Kami mengamen di Monas. Saya berani karena dalam penilaian saya pribadi, orang-orang akan terkagum-kagum dengan suara teman saya ini (yang jelas, saya cuma modal gitar dan numpang nampang). Menjelang berangkat, satu lagi teman bergabung. Jadilah kami bertiga mengamen di Monas.

18 Jun 2012

WE ALL RUN

Pancoran, 08.00

Pagi ini saya berlari. Sambil berlari sangat kencang agar tidak terlambat sampai tempat diklat, saya berusaha menikmati laju saya dengan membayangkan idola saya, Leo Messi, yang berlari di iklan salah satu produk sepatu olahraga. Tagline yang diusung iklan tersebut adalah We All Run.
Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .