Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

13 Nov 2017

CAAGA CONFERENCE 2017 (PART 3)

A must visit place in KL: Petronas Twin Towe
Nah setelah di part 1 dan part 2 sudah diceritakan sisi serius (yang sebenarnya nggak serius-serius amat) dari keikutsertaan saya di CAAGA Conference 2017, kali ini saya akan bercerita sisi main-mainnya. Meskipun ini adalah kali kedua saya pergi ke KL, kota ini tetap saja menarik untuk dikelilingi. I guess there's no "boring" term in travelling dictionary. Selama berkeliling KL saya menggunakan 3 moda transportasi yaitu LRT (hotel tempat saya menginap dekat dengan stasiun LRT), Bis GoKL, dan jalan kaki (iya harus banget disebutin. Soalnya kadang beberapa tempat wisata berdekatan jadi harus jalan kaki). FYI, jenis wisata yang saya lakukan adalah wisata foto-foto, bukan wisata belanja atau wisata kuliner. Maklum wisatawan sederhana :p

2 Jan 2017

IMZROADTOLAMPUNG #5: ALAM WAWAI ECO PARK

Huzzah! Akhirnya saya bisa sejenak melakukan quick escape untuk mengunjungi keindahan alam bernama Alam Wawai Eco Park. Alam Wawai sendiri beralamat di Jl. H Hasan Rais. Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Wawai berasal dari Bahasa Lampung yang berarti baik. Jadi Alam Wawai berarti alam yang baik. It suited the tagline "An Eco-Friendly Park". :)

10 Oct 2016

IMZROADTOLAMPUNG #4: MUNCAK TIRTAYASA

view dari Muncak Tirtayasa
Hello there. How have you been? I hope you all have been doing good :)

Saya kembali dengan catatan perjalanan saya di Lampung. Kali ini dari sebuah ketinggian dengan pemandangan menakjubkan bernama Muncak Tirtayasa. Yes, its name was literally Muncak. Tempat ini menawarkan wisata teropong laut di mana kita bisa melihat hamparan laut luas nan berkilauan dari tempat nan tinggi. Muncak sendiri berada di daerah Padang Cermin, Pesawaran, Lampung.  

30 Aug 2016

IMZROADTOLAMPUNG #3: PASIR TIMBUL

*membersihkan debu dan jaring laba-laba*

(The shameless me is back with imzroadtolampung part 3. It took me almost forever to write something about Lampung again. Just forgive me and million excuses I made.  Hehe.)
source: kaskus.co.id
Tiga hari yang lalu saya mengunjungi tempat wisata yang cukup menjadi perbincangan, Pasir Timbul. Sesuai namanya, tempat ini adalah pasir yang timbul di tengah-tengah lautan menyerupai pulau kecil. Dari kejauhan seolah menggema megah lagu Paradise milik Coldplay mengiringi perjalanan saya. Saya berasa lagi nonton My Trip My Adventure aja pake ada background music-nya. Hihi. But believe it, Pasir Timbul is a piece of paradise in the middle of sea!

16 Aug 2015

HUTAN MANGROVE

Seminggu yang lalu, Dyan melempar wacana berkunjung ke hutan mangrove di kawasan PIK, Jakarta Utara. Saya tidak tahu persis letak maupun segala detail lain tentang tempat itu tetapi saya mengiyakan begitu saja. Dalam waktu dekat saya akan meninggalkan Jakarta jadi rasanya tidak ada alasan berkata tidak. Akhirnya kemarin pagi kami terpaksa bangun pagi (lebih tepatnya saya sendiri, Dyan selalu gampang bangun pagi) dan bersiap-siap berangkat. Persiapan paling aneh yang kami lakukan adalah memilih beragam bentuk topi untuk keperluan foto. Kami naik transjakarta sampai halte Pluit kemudian disambung dengan mikrolet U11. Kami berkata kepada supirnya minta diturunkan di hutan mangrove. Di sebelah kiri jalan, kami melihat Yayasan Budha yang besar sekali dan megah bernama Tzu Chi. Kami diturunkan di situ dan perjalanan dilanjutkan berjalan kaki sekitar 10 menit.

3 Mar 2015

5 Apr 2014

SAUNG ANGKLUNG UDJO

Indonesia itu kaya akan seni dan budaya. Saung Angklung Udjo adalah salah satu buktinya.
Jika teman-teman sedang main ke Bandung, Saung Angklung Udjo adalah salah satu tujuan yang sayang dilewatkan. Entah saya yang ketinggalan info atau gimana, masa saya baru aja tahu keberadaan tempat keren ini. Ceritanya beberapa waktu yang lalu saya terbawa rombongan mengunjungi saung itu. Namanya juga keangkut, mana tahu pertunjukan angklung macam apa yang mau dilihat di sana. Nggak tahunya Saung Angklung Udjo itu keren pisan euy. Sok atuh ameng ka ditu *buka kamus Sunda biar bisa pake Bahasa Sunda.

16 Mar 2014

LUCKY IN SINGAPORE

tired but happy faces of us
Hi, I’m back with my travelling journal. Such a shame I write it just now. Once again, better late than never, right? *perfect alibi

Tanggal 14 Februari kemarin saya untuk kedua kalinya membuktikan passport effect. I’m grateful that Mr. Rhenald Khasali's article influenced me to save my money to go abroad. Hmmm, meskipun Singapura, ini adalah langkah awal saya untuk melihat dunia yang lebih luas lagi.

Seperti biasa, saya pergi bersama partner in crime saya, Maul. Sama seperti sebelumnya kami juga menginap di rumah warga pribumi. Persis seperti yang lalu, kami menerapkan gaya travelling dengan budget pas-pasan sebut saja backpacking. Bedanya, kali ini kami sungguh beruntung. Keberuntungan macam apa yang kami dapat? Simak sampai selesai ya :)

Setiap pergi ke luar, saya selalu berniat menuliskan nilai-nilai yang bisa saya petik. Inilah pembelajaran dan pengalaman unik yang kami dapatkan dari negara singa itu:

29 May 2013

KL ESCAPE

"Everywhere I go, I’ll always remember that Indonesia is the most beautiful country. But to get a whole new perspective, I’ll travel abroad as much as I can"

Passport effect
As i wrote on Traveler’s Tale : Belok Kanan Barcelona, I'm addicted to Rhenald Khasali’s article: Passport. It affects my perspective about going abroad. Then, I’m on my first journey to make my dream happens.




KL, Here We Go
Kami memilih KL dengan pertimbangan jarak. Selain tiket yang lebih murah dibanding ke negara lain, kami penasaran dengan negara jiran ini. Pergilah kami berdua (saya dan Maul) ke KL dengan modal nekat dan tas punggung.

What We Learn
Karena kami punya visi bahwa pergi keluar negeri untuk mendapat perspektif baru, inilah yang kami pelajari di sana:

1. What an English-Fluent Host
Kami berdua tinggal di rumah seorang dosen bahasa Inggris bernama Liana. Dari pertama bertemu kami lebih banyak bercakap dengan bahasa inggris karena banyak istilah Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu yang tidak match. Lebih mengherankan buat kami, Kak Liana ini bahkan berbahasa Inggris saat ngobrol dengan Ibunya. Benar-benar iri pada cas-cis-cus bahasa Inggrisnya .
The time has come to be fluent in English no matter what.
2. Her Mom is Backpacker!
 
Ternyata usut punya usut, Ibu Kak Liana ini adalah seorang backpacker (that's why she spoke english fluently). Beliau berbagi cerita tentang perjalanannnya ke banyak negara. Berbeda dari yang kami pikir sebelumnya bahwa perjalanan Beliau pasti mahal, Beliau tidur di rumah warga (just like us) dan membawa tas punggung. Umur ternyata bukan masalah buat Beliau.
Since met her, I wish I could be a backpacker for all of my life :)

3. Lovely Public Transportations
Ini benar-benar di luar dugaan, Malaysia yang kami pikir 11-12 dengan Indonesia ternyata punya sistem transportasi yang lebih bagus. Pembelian tiket dilayani mesin dan kereta yang nyaman membuat kami senang bepergian dengan kereta.
Mereka juga punya bis GoKL yang mengantar kita ke objek-objek wisata di KL, gratis!




  4. Uchop’s Effect

Miss Sina and me :)
Miss Sina and me :)
Di malam pertama kami tinggal di Malaysia, kami diajak Kak Liana mendatangi Merdekarya. Tempat itu adalah tempat di mana para pekerja menuangkan keahlian seni mereka.

“This is Miss Sina, she’s a lecturer” Kak Liana mulai memperkenalkan kami pada satu persatu performer di sana.

“He’s a graphic designer” MC membuka performer seorang dancer yang membuat mata saya seolah tak berkedip. He danced so well! “I dont care what others say about me, I just wanna dance” Lelaki bernama Uchop itu menggebrak hati saya soal passion. Bertemu orang yang punya pekerjaan di luar passion dan tetap berkarya di jalur passionnya itu sesuatu banget. Ada yang berbakat menyanyi, mencipta lagu, teater, nge-MC, bermain gitar, membaca puisi-- semua seni tumpah ruah di sana. Mereka membuat saya seperti menonton parade seni para seniman, bukan pekerja kantoran.

Merdekarya didirikan oleh Brian Gomez, seorang pendatang yang sudah merasa Malaysia adalah tanah airnya. Malam itu dia menyanyikan lagu ciptaannya “Aku Bukan Pendatang”, sebuah lirik jenaka dibalut musik country upbeat. Merdekarya punya peraturan one drink minimum, yang berarti ikut membiayai kelangsungan hidup tempat penuh kreativitas itu. Dihadiri penonton yang cheerful, acara malam itu benar-benar meriah dan renyah. Hebatnya lagi, acaranya ini disuguhkan dalam bahasa Inggris (Aku bukan Pendatang adalah pengecualian, it was just for fun).

Menurut kami berdua, pertemuan kami denga Uchop dkk adalah sebuah gerbang menuju kesadaran tentang passion. Whatever happens, do your passsion. Your passion is your life :)

Seperti yang telah Brian lakukan, saya berjanji, suatu saat nanti, saya akan menjadi orang yang mendukung talenta orang-orang di sekitar saya.

“keep on merdeka-ing in the free world” They said
Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .