21 Sep 2018

HUJAN BULAN JUNI

source: tenor.com
Aku berdoa agar diriku terhadap takdir-Mu, Tuhanku, seperti juni terhadap hujan.

Aku meminta padamu, Tuhanku, semoga perasaanku pada takdir-Mu laksana “Hujan Bulan Juni” milik Sapardi Djoko Damono. Sekalipun yang diminta tidak pernah menampakkan wujudnya, aku akan menggenggam segenap keluh kesah di sudut keheningan. Seandainya pun yang diharapkan tidak pernah datang, aku akan menyimpan seluruh kerinduan layaknya juni merahasiakan penantiannya pada hujan.

1 Sep 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL CHAPTER: BIMA’S JOURNEY
source: pixabay.com

Aku baru saja selesai mengoreksi hasil UTS ketika jam dinding menunjukkan hampir pukul 10 malam. Kututup laptop yang sudah menyala sejak pagi ini sebelum meraih tas punggungku. Langkahku menyusuri lorong FISIP terhenti melihat seseorang masih mengemasi barang-barang yang akan dibawa untuk bakti sosial besok. Di mana Faqih? Kenapa dia membiarkan seorang perempuan sendirian di sekre HIMA semalam ini? Aku berniat mengetuk pintu dan menyuruhnya pulang tetapi kuurungkan niat itu sebab melihatnya tersenyum melakukan pekerjaan itu.

23 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


SPECIAL CHAPTER: ARGA’S DIARY


“Arga, aku Dara, kelas IPA 1. Kita sama-sama keterima di FISIP Dharma Bangsa. Nanti pas berangkat ke Jakarta, boleh bareng ya.”

Aku mengalihkan pandanganku dari buku yang sedang kuselami halaman-halamannya. Seorang gadis yang berasal dari kelas sebelah menyapaku lirih di perpustakaan sekolah. Ini pertama kalinya seorang perempuan tidak terdengar kaku ketika berbicara pertama kali denganku. Kualihkan kembali pandanganku ke buku sembari mengangguk. Berbincang dengan berbatas buku di kemudian hari menjadi kebiasaan di antara aku dan Dara. Dia akan bercerita tentang banyak hal dan aku mendengarkannya sembari membaca buku. Bertahun-tahun, dia seolah menerima kenyataan bahwa buku adalah hal yang tidak akan aku tinggalkan meskipun dia sedang berada di hadapanku. Awalnya aku melakukan kebiasaan ini untuk mengurangi kecanggungan karena tidak terbiasa berinteraksi panjang lebar dengan seorang perempuan. Pada akhirnya, kebiasaan ini menjadi sesuatu yang membantuku merahasiakan perasaan yang tembus pandang bagi siapapun yang memperhatikanku lekat. Dara tidak pernah menyadari ekspresi semacam apa yang muncul di wajahku setiap kali dia datang dan bercerita. Dahulu aku mensyukurinya tetapi siapa sangka di kemudian hari aku menyesalinya.

21 Aug 2018

THE QUESTIONS TO JAKARTA


PART 8: OUT OF THE KINDNESS OF YOUR HEART
source: pixabay.com
“Dara, aku nggak bermaksud menggarami luka tapi ini kan udah setahun. Apa kamu nggak berniat deket sama siapa gitu? Perlu aku kenalin ke seseorang yang pinter dan sopan?” Perempuan yang mengajak Dara makan siang bersama bertanya.

Dara menggeleng. Di usianya yang sekarang, semua orang seakan-akan hanya gemar membicarakan satu topik saja: pernikahan. Sayangnya topik ini sungguh ingin dihindarinya.

“Nanti juga ketemu sendiri kok, Rin.” Suara Dara terdengar pasrah.
Copyright © 2013 imzpression.com . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates . Proudly Powered by Blogger .